Forclime Nyatakan KLHK Dukung Kratom Sebagai HHBK

pena iklan

Tenaga Pengembangan Masyarakat Forclime Kapuas Hulu, Abang B (kiri)

Penakapuas.com - Tenaga Pengembangan Masyarakat Forclime Kapuas Hulu, Abang B, mengatakan bahwa kratom telah dijadikan program oleh pihaknya. Kratom termasuk infestasi terbesar. "Kami programkan budidaya kratom di 31 desa, luasnya 1200 hektar ada 2584 kk petani. Kami dan Apekrindo juga kerjasama dan sudah sosialisasi pengambangan kratom untuk pemasaran," paparnya.

Kapuas Hulu pemasok kratom terbesar di Kalbar, atau pulau Kalimantan. Sekitar 237 ton perbulan. "Kami himpun data ini dari asosiasi dan petani desa," ujarnya.

Bahkan di Pontianak ada pertemuan dengan asosiasi kratom Amerika, dari pertemuan itu dibahas peluang dan tantangan kratom di Kalbar. Dinas Kesehatan provinsi Kalbar juga hadir dalam pertemuan itu. 

Tindak lanjut kratom juga sudah masuk ke Kementerian LHK. Kementerian LHK mendukung kratom, karena punya efek baik dari sisi penghijauan dan ekonomi masyarakat. "Apalagi Kapuas Hulu ini kabupaten konservasi terdukung dengan konsep penghijauan kratom, khususnya program forclime," ujar Abang.

Berikutnya, Abang memaparkan, pada Peremenkes 2017 sebetulnya sudah ada penegasan bahwa kratom bukan tanaman terlarang. "Cuma kondisi terakhir ada lembaga yang menyoroti ini, versi BNN ini barang terlarang, Karantina dan BPOM, Kementerian Kesehatan juga berbeda," paparnya.

Kratom penting diperjuangakan berbasis data, segi ekonomi masyarakst dan aspek lain. Apalagi koditi kratom ini satu satunya yang diharapkan masyarakat, tidak ada komoditi yang lain.
"Harga krstom cukup menjanjikan, sebab itu legalitas perlu diperjuangkan. Kami siap membantu, pemasaran, regulasi dan data. Harapanya juga DPRD Kapuas Hulu, sebelum ke Kemenkes bertemu ke KLHK juga untuk meminta dukungan dari sisi pelestarian lingkungan," ujarnya. (nes)
Advertisement

Related

Berita 8575716525694197737

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item