Desa Nanga Awin Juara III Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Provinsi Kalbar

pena iklan



Penakapuas.com- Desa Nanga Awin Kecamatan Putussibau Utara berhasil meraih juara III Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan tingkat Provinsi Kalbar.  Desa Nanga Awin merupakan perwakilan dari Kabupaten Kapuas Hulu. Keberhasilan itu diraih setelah mendapat nilai tertinggi ketiga dari perwakilan 14 Kabupaten/Kota lain se-Provinsi Kalbar. 

Penghargaan diserahkan oleh Sahroni Perwakilan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kalbar kepada Pengelola Perpustakaan Desa Nanga Awin di Hotel Gajah Mada Pontianak,  Kamis (27/6). 

Yohanes Telajan Kasi Pembinaan dan Pengembangan Perpustakan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kapuas Hulu mengatakan, terpilihnya Desa Nanga Awin menjadi juara III dikarenakan beberapa hal diantaranya desa tersebut aktif mengelola perpustakaan, ada petugas yang di SK oleh Kepala Desa, ada kerjasama antar sekolah dengan perpustakaan desa, inovasi petugas perpustakaan menjajakan buku-buku ke rumah-rumah, adanya gedung dan adany pengadaan buku dari desa melalui dana desa yg terencana di APBD Des, serta secara administrasi tertulis kepengurusan (struktur) data buku, peminjam dan adanya laporan secara berkala tentang kemajuan perpustakaan tersebut.

"Untuk penilaian lomba Perpustakaan desa dan kelurahan ini dilakukan oleh tim dewan juri yang independen tanpa intervensi pihak manapun, penilaian dilakukan dengan meneliti perpustakaan lewat kroscek lapangan secara langsung," katanya. 

Yohanes mengatakan,  didalam kegiatan lomba perpustakaan desa tersebut juga diadakan lomba bercerita anak TK SD/MIN se- Propinsi Kalbar

"Tapi sayang kita Kapuas Hulu kurang beruntung," tuturnya.  

Yohanes pun berharap dengan adanya lomba perpustakaan desa tingkat Kalimantan Barat ini,  kedepan agar setiap desa menyiapkn anggaran disertai dengan sarana prasarana serta petugas- petugas perpustakaan yang handal dalam mempromosikan buku, serta memberikan inovasi dalam pelayanan sehingga mampu mendorong orang mau membaca dan mengenal perpustakaan kepada masyarakat umumnya.

"Jangan sampai buku yang sudah ada tidak pernah dibaca serta dalam menganggaran buku juga harus melihat kebutuhan buku yang dipergunakan misalnya jika masyarakat petani harus kebutuhan buku sesuai dengan profesi yang bersangkutan," pungkasnya. (fiq) 

Advertisement

Related

Kapuas Hulu 3672358330421416381

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item