Kasus Pencabulan di Kapuas Hulu Tinggi

pena iklan

Penakapuas.com- Sejak Agustus 2018 hingga Maret 2019, Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu sedikitnya sudah menangani 7-8 kasus pencabulan. Jumlah kasus pencabulan ini pun tergolong tinggi. Kasus pencabulan terhadap anak ini sudah merambah dibeberapa kecamatan diantaranya di Silat Hilir, Empanang, Putussibau Utara dan lainnya.

"Ada kasusnya sudah putus dan ada juga yang masih dalam proses persidangan," kata Ambo Rizal Cahyadi Kasi Pidum Kejari Kapuas Hulu, Kamis (11/4). 

Melihat jumlah kasus pencabulan yang ada, Ambo mengaku prihatin karena jumlahnya tergolong tinggi. Maka untuk mencegah terjadinya kasus pencabulan ini, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar kasus seperti ini tidak terulang kembali. 

"Ini sebagai bentuk keprihatinan kita melihat kasus pencabulan di Bumi Uncak Kapuas makin tinggi," ucapnya. 

Menurut Ambo, jika melihat tingginya kasus pencabulan di Kapuas Hulu, tentu tidak terlepas dari berbagai faktor diantaranya dari pergaulan dari luar. Belum lagi anak itu kurang pengawasan dari orang tua serta kurangnya pemahaman agama dari anak tersebut sehingga kasus pencabulan ini terus terjadi. 

"Biasanya pencabulan ini dilakukan oleh orang-orang terdekat dari korban," tuturnya. 

Ambo menjelaskan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menyebutkan untuk ancaman pidana terhadap kasus pencabulan termaktub dalam pasal 82 yang berbunyi setiap orang yang melangggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

"Saya ingatkan kepada masyarakat jangan berani-berani untuk berbuat cabul kepada anak, karena hukumannya sudah jelas," pungkasnya. (fiq) 


Advertisement

Related

Kapuas Hulu 4546315709755500880

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item