Banyak Makan Korban, Pemilu Serentak Perlu Dikaji Ulang

pena iklan

Penakapuas.com- Pemilu serentak tahun ini memang banyak memakan korban mulai dari penyelenggara, pengawas maupun dari TNI-Polri. Berbagai pihak pun menilai agar Pemilu serentak ini perlu dikaji ulang. 

Rajuliansyah Ketua DPRD Kapuas Hulu menilai pelaksanaan Pemilu Serentak mesti dikaji ulang untuk periode selanjutnya. Ini lantaran banyak petugas pemungutan suara meninggal akibat kelelahan. 

"Memang kali ini, ini evaluasi juga saya lihat evaluasi bagi proses pemilu kita ya," katanya, Senin (24/4). 

Rajuli menilai pelaksanaan pemilihan presiden dan legislatif secara bersamaan dalam praktiknya amat memberatkan petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS). Tenaga panitia pemungutan suara amat terkuras dengan jenis surat suara yang banyak. 

"Bayangkan, mereka harus pleno, jumlahnya yang harus dia hitung berapa? Belum lagi komplain-komplain dan sebagainya," ujarnya. 

Politikus Partai Persatuan Pembangunan itu menilai pada 2024 mendatang pemilu harus dipisah. Pileg dan Pilpres tak perlu digelar serentak kembali. 

"Kasihan, penyelenggaranya. Mereka capeknya bukan main," ujarnya. 

Ditambahkan Muhammad Yusuf Asisten III Setda Kabupaten Kapuas Hulu mengatakan, seyogyanya Pemilu 2019 perlu dikaji ulang agar tidak memakan korban kembali. 

"Yang saya lihat memang durasi waktunya sangat lama, sehingga membuat petugas kelelahan," ucapnya. 

Maka dari itu, Yusuf Pemilu kedepan perlu dikaji ulang mulai dari segi waktu maupun aturannya. 

 "Pemilu tahun ini banyak menguras biaya, tenaga dan waktu sehingga membuat orang terkuras perhatiannya yang membuat penyelenggara Pemilu kelelahan dan mengakibatkan meninggal dunia," pungkasnya. (fiq)

Advertisement

Related

Kapuas Hulu 6240731912355868823

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item