Kepastian Hukum Belum Jelas, Dinas Perpustakaan Khawatir Kelola Buku Pengadaan 2016

pena iklan

Penakapuas.com-Belum adanya kepastian hukum terhadap kasus pengadaan buku 2016 Pemkab Kapuas Hulu di Kejari Kapuas Hulu, membuat Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kapuas Hulu khawatir untuk mengelola buku yang sudah ada. 

"Sekarang buku pengadaan 2016 itu masih dalam kardus dan ada juga yang sudah kita beri barcode. Namun kami masih khawatir untuk menyatukan buku tersebut dengan yang lainnya," kata Mukhtarudin Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kapuas Hulu, Selasa (12/3). 

Mukhatarudin pun berharap agar kasus pengadaan buku 2016 ini dapat segera tuntas, karena jika kasus ini berlarut-larut pihaknya khawatir buku yang masih tersimpan ini dimakan rayap dan mengalami kerusakan. 

"Karena kami bingung juga untuk mengelola buku tersebut. Dikhawatirkan jika kami kelola buku itu, tiba-tiba dari kejaksaan melakukan pemeriksaan kembali sehingga kami pun kelabakan nantinya," katanya. 

Lanjut Mukhtarudin, untuk mengelola buku yang jumlah ribuan tersebut bukan hanya dipasang di rak buku begitu saja, namun harus dipisahkan berdasarkan klasifikasinya. "Mending kami menunggu persoalan ini selesai, baru kami mengelolanya," ucapnya. 

Perlu diketahui bahwa kasus pengadaan buku 2016 ini mencuat ketika salah satu LSM di Kapuas Hulu melaporkan adanya dugaan fiktif dan markup dalam pengadaan buku tersebut. 

Anggarannya 2016 saat itu berjumlah kurang lebih Rp600 juta, untuk pengadaan bukunya ada 3.300 judul dengan jumlah buku sebanyak 9.990 eksemplar yang dikerjakan oleh CV Ladri Jaya. Saat ini kasus pengadaan buku 2016 tersebut masih ditangani Kejari Kapuas Hulu. (fiq) 

Advertisement

Related

Berita 5823094622159685151

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item