Pembangunan Pasar Rakyat Dogom Permai Dihentikan Sementara

pena iklan

Penakapuas.com- Dibangun tahun 2018, proyek pembangunan Pasar Rakyat Dogom Permai di Putussibau Utara tepatnya di komplek Pasar Pagi Putussibau yang dikerjakan oleh PT Tehnik Jaya Mandala akhirnya dihentikan.

Penghentian pembangunan pasar tersebut sejak 31 Desember 2018. Pembangunan pasar yang menghabiskan dana TP Kemendagri sebesar Rp5,8 miliar tersebut rencananya akan dilanjutkan tahun 2019 ini. 

"Iya kita sudah putus kontrak dengan perusahaan tersebut, karena tidak mampu menyelesaikan proyek pembangunannya tepat waktu," kata Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan (DKUP) Kapuas Hulu Abang Chaerul Saleh, Jumat (1/2). 

Chaerul menjelaskan, pembangunan Pasar Rakyat Dogom Permai akan dilanjutkan pada tahun 2019 ini, dengan catatan jika pembangunan pasar tersebut sudah melalui proses pemeriksaan dan sudah diserahterimakan ke Pemda Kapuas Hulu. 

"Setelah diaudit dari Kemendag RI, APIP dan lainnya, baru dari Kemendag RI menghibahkan bangunan pasar tersebut ke Pemda Kapuas Hulu sehingga baru bisa dilakukan pembangunan lanjutan," ujarnya. 

Chaerul mengungkapkan, untuk pembangunan lanjutan, Pemda sudah menyiapkan dana APBD 2019 sebesar Rp500 juta. Selain itu rencananya Pemerintah Daerah sudah menyiapkan dana Rp 1 miliar di anggaran perubahan untuk penyelesaian bangunan tersebut.  "Dengan dana Rp500 juta tersebut, ada beberapa item yang perlu dibangun," ucapnya. 

Lanjut Chaerul, bangunan Pasar Dogom Permai tersebut dipastikan selesai tahun 2019, hanya saja untuk difungsikan pasar tersebut, dipastikan tahun 2020. 

Sementara itu Sutrisna Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek Pembangunan Pasar Rakyat Dogom Permai mengatakan, pembangunan pasar tersebut sudah dihentikan sejak tanggal 31 Desember 2018 lalu. 

Alasan penghentian tersebut dikarenakan, dana yang digunakan itu dari pemerintah pusat melalui Kemendag RI, anggaran itu untuk tahun 2018. Maka untuk itu pembangunan pasar bisa dilanjutkan jika tahun 2019 anggarannya masih disediakan. 

"Ternyata ketika dicek di kementrian perdagangan, dana untuk lanjutan pembangunan tidak ada, sehingga berdasarkan PMK No 24 tahun 2014, pekerjaan tersebut dihentikan," ujarnya. 

Lanjut Sutrisna, meskipun ditahun 2019 tidak ada anggaran lanjutan pembangunan pasar tersebut di Kementrian Perdagangan, bukan berarti pembangunan pasar tersebut mandek. Namun pihaknya sudah melakukan proses untuk mengajukan pemeriksaan dari Kemendag RI untuk diaudit terlebih dahulu pembangunan pasar yang sudah dilakukan. 

"Setelah diperiksa nanti oleh Kemendag RI, mereka akan serahterimakan pasar tersebut ke Pemda Kapuas Hulu. Setelah itu barulah Pemda melanjutkan pembangunan itu melalui dana APBD," jelasnya. 

Lanjut Sutrisna, melihat pembangunan pasar yang ada, progress pembangunan sudah mencapai 81 persen. Untuk sisa pembangunan yang belum selesai tidak banyak lagi seperti penyelesaian dinding, pintu kios, meja lapak dan lainnya. 

"Sebenarnya kita mengharapkan ada dana lanjutan untuk penyelesaian bangunan pasar tersebut," pungkasnya. (fiq) 


Advertisement

Related

Berita 7793941404045345621

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item