MA Perberat Hukuman Tiga Terpidana Tipikor Pengadaan Lahan Pemda

pena iklan

Penakapuas.com - Berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) RI, hukuman terhadap tiga terpidana kasus korupsi pengadaan lahan lokasi pembangunan komplek perkantoran Pemda Kapuas Hulu diperberat diantaranya Wan Mansor Andi Mulia,  M. Mauludin dan M. Arifin. 

Ricki Pangabean Kasi Pidana Khusus Kejari Kapuas Hulu mengatakan bahwa Pada Sidang Tingkat I (pada Pengadilan Tipikor Pontianak) yaitu JPU menuntut terdakwa Wan Mansor pidana penjara 2 thn, terdakwa  M. Mauluddin 1 thn 6 bln, dan M. Arifin 1 thn 6 bln. dan masing-masing membayar Uang Pengganti (UP) sebesar Rp.27.830.666. Kemudian Majelis Hakim Tipikor PN Pontianak hanya memutus pidana penjara selama 1 thn kepada masing-masing terdakwa sedangkan UP tdk dikabulkan oleh Majelis Hakim," katanya, Kamis (21/2). 

Oleh karena tdk menerima terkait Putusan Tipikor Pontianak tsb kemudian Jaksa melakukan banding terhadap masing-masing putusan tsb yaitu terkait pemidanaan dan UP

"Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 3 terdakwa tersebut ditingkat banding, hakim Pengadilan tinggi Pontianak menguatkan Putusan 3 terdakwa sesuai putusan hakim PN Pontianak," ujarnya yang juga sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU). 

Kemudian kata Ricki, Jaksa melakukan kasasi terhadap putusan 3 terdakwa tersebut yg diputus oleh Pengadilan Tinggi Pontianak Adapun yg dimintakan Jaksa yaitu terkait Pemidanaan dan UP.  pada saat proses ditingkat kasasi sesuai putusan MA, MA mengabulkan Kasasi JPU terhadap 3 terdakwa dan memperberat hukuman pidananya menjadi pidana penjara 5 tahun kepada Wan Mansor, 4 thn kepada M. Mauludin dan M. Arifin 4 thn, MA juga mengabulkan permohonan terkait UP. Jadi dari pidana hukuman bertambah dan kasasi uang pengganti dikabulkan," terang dia.

Lanjut Ricki, untuk terpidana atas nama Mauluddin, sesuai putusan Nomor 2870K/PID.SUS/2018 diputus 9 Januari 2019.

"Mauludin terbukti secara bersama - sama melakukan tindak pidana korupsi, dimana pada tingkat kasasi dia diputus 4 tahun dan denda perkara 27 juta sekian dikurangi dengan honor yang telah disediakan pada tahap penyidikan," jelasnya. 

Untuk Mauluddin sendiri kata Ricki, sudah membayar uang perkara dan uang pengganti kerugian negara oleh pihak keluarganya.

Sedangkan terdakwa Arifin berdasarkan putusan kasasi dari MA Nomor 2860K/PIDSUS/2018, pada 7 Januari 2019, terpidana M. Arifin, hakim MA juga mengabulkan permohonan jaksa penuntut umum Kejari Kapuas Hulu.

Pada intinya kata Ricki, terpidana M. Arifin dituntut hukuman penjara 5 tahun denda Rp200 subsider 6 bulan, kemudian denda tambahan Rp27.830 juta, dan dikurangi honor yang telah dibayar dalam proses penyidikan.

"Terkait putusan tersebut jaksa akan melaksanakan putusan itu,  karena sudah berkekuatan hukum tetap," ucapnya.

Sambung Ricki, pada perkara tingkat pertama di PN Tipikor Pontianak, M. Arifin dituntut 1.6 tahun, kemudian diputus 1 tahun. 

"Kemudian jaksa melakukan banding terhadap uang pengganti yang tidak dikabulkan oleh majelis hakim PN Pontianak," pungkasnya. (fiq) 

Advertisement

Related

Kapuas Hulu 5972943985598695373

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item