Kasus Penangkapan Kayu Gaharu, Polisi Panggil Pemilik dan Penampung

pena iklan

Penakapuas.com- Kasus penangkapan 20 ton kayu jenis gaharu buaya di jalan lintas selatan, kilometer 11 hutan lindung, Kecamatan Silat Hilir Rabu, (13/2) pukul 14.30 Wib terus berlanjut. Jika sebelumnya para supir pengangkut kayu gaharu ini ditetapkan tersangka oleh Polres Kapuas Hulu. 

Kali ini pihak Polres Kapuas Hulu dengan melakukan pemanggilan terhadap penampung maupun pemilik kayu gaharu tersebut.

"Dua orang lagi pemilik dan penampung  dikirim surat panggilan kedua," kata Iptu Siko Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu, Senin (25/2). 

Siko menjelaskan, untuk penampung kayu gaharu yang akan dipanggil nanti adalah Ino warga Kecamatan Seberuang sementara pemilik kayunya atas nama Edoi warga Pontianak. 

Berita sebelumnya Kepolisian Resort Kapuas Hulu mengamankan sekitar 20 ton kayu jenis gaharu buaya di jalan lintas selatan, kilometer 11 hutan lindung, Kecamatan Silat Hilir daerah setempat.

Empat orang sopir truk beserta barang bukti gaharu dan truk kami bawa ke Polres untuk proses hukum lebih lanjut.

 keempat sopir tersebut yaitu Indra Pardomoan mengendarai truk KB 9932 BDD, Agung Wahyudi mengendarai truk KB 9385 L, Antonius Toni mengendarai KB 9174 AM dan Andre Soneta Adirosa mengendarai truk KB 8829 EB.

Para sopir itu ditangkap pada Rabu (13/2) sekitar pukul 14.30 WIB, di jembatan Seram, Kilometer 11 Hutan Lindung, Kecamatan Silat Hilir Kapuas Hulu, saat membawa kayu jenis Gaharu ke arah Pontianak.

 Dalam kasus tersebut polisi menerapkan tindak pidana bidang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem pasal 21 ayat (1) huruf "a" Jo Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang nomor 5 tahun 1990.

Dalam pasal 21 yaitu setiap orang dilarang untuk mengambil, menebang, memiliki, merusak, memusnahkan, memelihara, mengangkut dan memperniagakan tumbuhan yang dilindungi atau bagian-bagiannya dalam keadaan hidup atau mati.

Kemudian, pasal 40 bahwa barangsiapa dengan sengaja melakukan pelayanan pelanggaran terhadap ketentuan sebagai mana di maksud dalam pasal 21 ayat (1) dan (2) serta pasal 33 ayat (3) di pidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta. (fiq) 

Advertisement

Related

Kapuas Hulu 1488296968037331577

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item