Tiga Warga Binaan Rutan Putussibau Jalani Program Asimilasi

pena iklan

Penakapuas.com- Beredarnya isu warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Putussibau yang bebas keluar masuk menjadi sorotan masyarakat. Isu ini pun terus santer terdengar di masyarakat. Bahkan diisukan jika warga binaan tersebut keluar masuk pada Subuh dan malam hari. 

Mulyoko Kepala Rutan Kelas II B Putussibau saat ditemui dikantornya mengatakan, bahwa membenarkan ada tiga warga binaanya yang keluar masuk Rutan setiap hari. 

"Disini memang ada tiga warga binaan yang keluar masuk Rutan, tapi mereka sedang menjalani program Asimilasi," katanya Senin, (14/1).

Mulyoko menjelaskan, ketiga warga binaan yang menjalani program asimilasi tersebut diantaranya Beni yang kasusnya sudah diputus 1 tahun subsider 2 bulan, Nasir 1 tahun subsider 6 bulan dan Jajang 1 tahun subsider 3 bulan. "Mereka bertiga ini terlibat kasus illegal logging. Yang bersangkutan ini sudah menjalani hukuman selama 1 tahun. Mereka ini tinggal hanya menjalankan subsidernya saja," ujarnya. 

Lanjut Mulyoko, menjelang pengusulan CB kemarin, pihaknya memprogramkan yang namanya Asimilasi. Program asimilasi warga binaan secara resmi bekerjasama dengan pihak ketiga. 

"Jadi setiap hari dari pukul 06.30 Wib hingga 17.30 Wib, mereka bertiga ini menjalankan program asimilasi diluar. Dari awal November 2018 mereka menjalani program asimilasi tersebut," tuturnya.

Mulyoko menjelaskan, dalam menjalankan program asimilasi, ketiga warga binaanya memang berbeda lokasi, dua warga binaannya ada di Melapi Lintas Timur dan satu lagi di Lintas Utara Desa Benua Tengah. 

Menurut Mulyoko, program asimilasi ini merupakan perintah dari pimpinan mereka, dengan tujuan supaya setiap LP atau Rutan minimal memiliki jaringan kerjasama sama dengan satu perusahaan yang bisa memberdayakan Napi. 

"Karena kedepannya LP atau Rutan akan dijadikan LP produksi. Maksudnya setiap Napi yang mempunyai kemampuan atau yang Napi yang tidak mempunyai keterampilan bisa dibina agar bisa menghasilkan suatu produksi," jelasnya.

Meskipun para Napi ini menjalankan program asimilasi, bukan berarti tidak ada pengawasan, justru pihaknya sudah bekerjasama dengan pihak ketiga untuk selalu melaporkan yang bersangkutan. 

"Kita komunikasi terus dengan pihak ketiga, baik pulang dan perginya para Napi saat menjalankan program asimilasi tersebut," ucapnya. 

Sambung Mulyoko, selama menjalani proses asimilasi ketiga warga binaanya tidak pernah melarikan diri, semuanya mengikuti aturan yang telah ditentukan. 

"Kalau mereka kabur saat jalani program asimilasi, ini merupakan resiko dari sistem. Bukan unsur dari kesengajaan. Karena untuk memberikan program asimilasi ini ada prosesnya yakni melalui sidang Tim Pengamatan Pemasyarakatan (TPP). (fiq) 

Advertisement

Related

Berita 5615852918211935993

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item