Nenek 72 Tahun di Silat Hilir Tewas Terpanggang

pena iklan pena iklan

Penakapuas.com- Satu rumah di Dusun  Jentu Desa Sentabai Kecamatan Silat Hilir terbakar, Selasa (15/1). Akibat kebakaran tersebut membuat seorang nenek berusia 72 tahun tewas terpanggang.

Iptu Siko Kasat Reskrim Polres Kapuas mengatakan, terjadinya kebakaran di rumah Yohanes Awing  di Dusun Jentu Desa Sentabai Kecamatan Silat Hilir yang mengakibatkan korban nenek-nenek atas nama Jelai berusia 72 tahun meninggal dunia.

Siko menceritakan, kejadian kebakaran bermula  pada hari Selasa, (15/1) sekitar pukul 12.00 Wib korban atas nama Jelai  berada didalam rumah yang menurut keterangan cucu korban yakni Sutiharjo, bahwa korban ada memasak air di dapur menggunakan kayu bakar.

"Kemudian sekira pukul 13.00 Wib pada saat Korban meninggalkan dapur saat memasak air, tiba-tiba saksi yakni Diman dan Punjung melihat Api disamping rumah Yohanes Awing. Saksi mengira bahwa Yohanes Awing  sedang membakar sampah disamping rumahnya, tetapi melihat api yang semakin membesar, ternyata api berasal.dari rumah Yohanes Awing," katanya. 

Lanjut Kasat, kemudian saksi ini pun bergegas membantu memadamkan api, dan melihat Sutiharjo  juga sedang berusaha memadamkan api yang sudah membesar dan membakar rumah Yohanes Awing 

"Kemudian saksi ini  pun membantu memadamkan api bersama warga Dusun Jentu Desa Sentabai lainnya, Setelah api berhasil dipadamkan warga baru mengetahui bahwa ada Jelai yang terjebak didalam kobaran api yang membakar rumah Yohanes Awing tersebut dalam keadaan tewas terpanggang," jelasnya. 

Sambung Kasat, menurut keterangan dari Yohanes Awing, sebagai pemilik  rumah bahwa pada saat kejadian, yang bersangkutan sedang tidak berada di dalam rumah,  dan menurut keterangan nya pada saat meninggalkan rumah tersebut hanya ada korban didalam rumah. 

Kemudian menurut keterangan dari Sutiharjo  bahwa pada saat kejadian kebakaran, dia baru datang kerumah pamannya yakni Yohanes Rawing, kemudian melihat ada api dibelakang rumah, dan melihat neneknya berada di luar rumah.

" Kemudian Sutiharjo sempat menanyakan kenapa bisa ada api dari belakang rumah kepada korban. Namun dijawab korban, bahwa dia sempat memasak air di dapur menggunakan kayu dan lupa mengecek air tersebut, " ujarnya. 

Namun sebelum korban tewas terpanggang, kata Siko, si korban sempat berkata pada Sutiharjo bahwa ada barang - barang peninggalan Almarhum suaminya didalam rumah, kemudian pada saat cucunya berupaya memadamkan api untuk meminta bantuan warga, Sutiharjo sudah tidak melihat neneknya tersebut.

" Dimungkinkan neneknya tersebut masuk kedalam rumah yang berupaya ingin mengamankan barang - barang peninggalan Alm suaminya di dalam rumah tersebut dan pada saat api yang semakin membesar. Korban terjebak didalam kobaran api yang semakin membesar tersebut. Kemudian pada pukul 14.30 Wib pada saat api berhasil dipadamkan bersama bantuan warga setempat Sutiharjo melihat bersama warga lainnya bahwa neneknya sudah tewas terpanggang," pungkasnya. (fiq) 

Advertisement

Related

Berita 2270957548567731442

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item