Kejari Kapuas Hulu Dampingi Penyidikan Kasus Penyelundupan Antimoni

pena iklan

Kajari Kapuas Hulu, Slamet Riyanto

Penakapuas.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kapuas Hulu kini terlibat dalam penanganan Kasus penyelundupan 4,5 ton antimoni di perbatasan RI- Malaysia, kecamatan Badau kabupaten Kapuas Hulu provinsi Kalimantan Barat. Penyelundupan antimoni tersebut digagalkan Satgas Pamtas RI-Malaysia di 'jalur tikus' yang menghubungkan perbatasan Badau, Indonesia dengan wilayah Malaysia, pada Rabu (28/11/2018) lalu.
Kepala Kejari Kapuas Hulu, Slamet Riyanto mengatakan terkait kasus yang ditangani penyidik Bea Cukai Badau, pihaknya sudah menerima Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan (SPDP) terkait kasus pelanggaran kepabeanan (penyelundupan antimoni). 
"Ada 3 SPDP, ada 3 tersangka, mereka adalah Syaparudin, Rinda dan Mahadi," papar Kajari Kapuas Hulu kepada awak media, Kamis (17/1).
Terkait pasal yang disangkakan, kata Slamet adalah pasal 102A dan 102C, Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2006 perubahan Undang-undang Nomor 10 tahun 1995 tentang kepabeaan. "Ancaman pidananya minimal 1 tahun dan maksimal 10 tahun, paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak dendannya Rp 5 milyar," paparnya.
Slamet menegaskan dirinya sudah menunjuk Jaksa Pendamping dalam kasus tersebut. Sementara proses penyidikan dilakukan oleh pihak Bea dan Cukai Badau. "Kami sudah tunjuk jaksa dalam pengembangan penyidikan. Ini mendampingi untuk pemberkasan dari tahap satu, hingga tahap dua nanti," tuturnya.
Tentang penyidikan, kata Slamet ada standar oprasional prosedur di masing-masing instansi. Untuk Kejari Kapuas Hulu bisa 30 hari, bisa 60 hari. "Kalau tahap pertama selesai kita masuk tahap ke dua. Di tahap kedua penyerahan barang bukti dan tersangka," paparnya.
Terkait terasangka dan barang bukti saat ini, Slamet mengaku belum mendapat kepastian informasinya. Sebab dalam SPDP yang diserahkan Bea dan Cukai Badau tidak diterangkan."Dari SPDP belum ada keterangan tentang tersangka ditahan atau bagimana," tuntasnya. (nes)
Advertisement

Related

Berita 3485447085223764655

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item