Kasus Pembunuhan dan Kekerasan 2018 Belum Terungkap

pena iklan

Penakapuas.com- Tahun 2018 sudah berlalu, namun kasus kekerasan  dan pembunuhan yang terjadi di Bumi Uncak Kapuas masih banyak yang belum terungkap oleh Polres Kapuas Hulu. Alasan minim saksi membuat pihak kepolisian sulit untuk mengungkap kasus tersebut. 

Sedikitnya ada tiga kasus kekerasan dan pembunuhan di Kabupaten Kapuas Hulu belum terungkap hingga sekarang ini oleh pihak Kepolisian Polres Kapuas Hulu.

Pertama kasus kekerasan yang nyaris membuat korban meninggal dunia seperti kasus kekerasan yang menimpa nenek berusia 58 tahun, bernama Senah nyaris kehabisan darah, perihal lehernya digorok orang tak dikenal dalam rumahnya sendiri, di Desa Nanga Boyan, Kecamatan Boyan Tanjung, Jumat (4/5) pukul 03.00 WIB.

Diduga korban terkena kejadian tindakan pidana pencurian dan kekerasan. Sedangkan kronologi kejadian, Jumat (4/5) sekitar pukul 03.00 WIB, korban terbangun dari tidur karena hendak buang air kecil ke dalam WC, yang terletak didalam rumah.

Pada saat korban hendak masuk kedalam WC, korban melihat ada seseorang yang tidak di kenal dengan wajah tertutup bersembunyi didalam WC

Lalu korban bertanya kepada orang tak dikenal tersebut, sedang apa disini, tanpa menjawab pertanyaan korban, pelaku langsung menggorok leher korban.

Kemudian korban berlari ke kamar kakak iparnya yaitu H Hajis. Haji terbangun dan kaget, kerena korban telah bersimbah darah. Karena kondisi sudah seperti itu, H Hajis bertanya kepada korban apa yang terjadi.

Korban mengatakan kepada pelapor bahwa, didalam WC ada orang yang tidak dikenal hendak membunuhnya. Mengetahui hal itu H Hajis, dan saksi yang merupakan adik kandung korban langsung berteriak minta tolong, tak lama kemudian tetangga pelapor berdatangan ke rumah pelapor.

Setelah itu dicek kedalam WC tetapi terlapor sudah tidak ada, dan ternyata penutup lantai tempat pembuangan sampah yang tembus ke bawah telah terbuka.

Pukul 06.45 WIB, korban dibawa ke Puskesmas Boyan Tanjung, dan selanjutnya pukul 08.15 WIB korban di rujuk ke rumah sakit di Putussibau.

Kemudian kasus kekerasan juga menimpa seorang ibu bernama Mastiah (38), warga Jalan Lintas Selatan, Dusun Nanga Keduai, Desa Parang, Kecamatan Hulu Gurung Kapuas Hulu, Kalimantan Barat nyaris jadi korban pembunuhan oleh seorang yang tak dikenal.

Peristiwa ini terjadi di Sebuah Rumah Pondok di Kebun Karet, Jl Lintas Selatan, Desa Parang, Sabtu (29/9) malam antara pukul 21.00-22.00 WIB 

Dalam keadaan terluka dan kondisi bersimbah darah, Mastiah mampu berjalan untuk meminta tolong ke rumah keluarga tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

Sekitar pukul 23.00, keluarga korban menolong dan langsung membawa Mastiah ke Puskesmas Hulu Gurung untuk mendapatkan perawatan intensif. Keluarga korban atas nama Carles Hutagalung, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Hulu Gurung.

Hingga Minggu (29/9), korban masih di ruangan UGD Puskesmas Hulu Gurung. Sedangkan terduga pelaku masih dalam lidik.

Terakhir adalah kasus pembunuhan, seorang perempuan bernama Kamsiah berusia 53 tahun, di Lokasi Pondok 1 SBRE (Sungai Beran Estate), Senin (10/12) pukul 06.30 WIB.

Korban merupakan warga KP Kedung RT001/W001, Desa Buget, Kecamatan Pada Rincang Kabupaten Serang.

Alamat domisili yang bersangkutan adalah di pondok 1 SBRE, Dusun Tekalong Desa Sentabai Kecamatan Silat Hilir.

Iptu Siko Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu mengatakan, untuk kasus pembunuhan di kecamatan Silat Hilir masih mengumpulkan saksi-saksi dan alat bukti, karena di TKP tersebut minim saksi.

"Pastinya kasus ini, sudah menjadi atensi dan masih dalam penyelidikan," katanya, Rabu (2/1). 

Sementara dua kasus kekerasan di Boyan Tanjung dan Hulu Gurung, kata Siko masih atensi dalam penyelidikan, perkembangan pasti diinfokan.

"Kasus ini atensi kami, pasti kita kejar terus," pungkasnya. (AS)

Advertisement

Related

Berita 6487313255622748282

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item