Cari Korban Hilang, Pemkab Bentuk Tim Gabungan

pena iklan pena iklan

Penakapuas.com- Proses pencarian terhadap korban hilang kasus kecelakaan tenggelamnya perahu body Speed yang memakan korban jiwa di Dermaga Penyebrang SJRE Desa Nanga Seberuang, Kecamatan Semitau Sabtu (19/1) masih berlanjut. 

Pemkab Kapuas Hulu sejauh ini telah melakukan beberapa upaya dalam membantu proses pencarian para korban yang hilang.

Bupati Kapuas Hulu AM Nasir mengatakan, langkah yang dilakukan tersebut yakni melakukan koordinasi dan membentuk Tim Gabungan, dengan melibatkan pihak terkait seperti dengan Basarnas Kalbar, Tagana, TNI, Polri, Pramuka dan masyarakat setempat.

"Jumlah mereka (Tim Gabungan) itu sekitar ratusan orang, mereka terus melakukan pencarian dan melakukan evakuasi,"katanya, Senin (21/1). 

Terkait perkembangan terbaru untuk korban yang hilang, Nasir menyampaikan, sejauh ini belum ada perkembangan lebih lanjut terkait penemuan orang yang hilang.

"Namun kami tetap melakukan komunikasi dengan Tim Gabungan yang ada dilapangan," ucapnya. 

Bupati berharap, kejadian tersebut tidak terulang kembali di Bumi Uncak Kapuas, untuk itu, ia mengimbau agar semua pihak tetap mengutamakan keselamatan dalam berkendara.

"Dulunya di Semitau sudah ada wacana untuk pembentukkan jembatan, Namun masih belum terlaksana, terkait wacana itu akan kita pertimbangkan kembali," ucapnya.

Lanjutnya,  jika terbangun jembatan di Semitau, maka secara otomatis akan mengurangi resiko kecelakaan air yang dapat menimbulkan korban jiwa.

"Terkait wacana itu kita akan melakukan koordinasi ke Pemprov dan Pusat," tuturnya. 

Sementara itu Marantika Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Kalbar mengatakan, pihaknya menurunkan dua tim, dari dua tim itu teridiri dari 15 orang dengan peralatan selam dan evakuasi.

"Pencarian dilakukan di tiga titik lokasi pencarian, dengan metode pencarian diatas permukaan,"katanya.

Sementara itu Aspian Staf Bidang Kesiapsiagaan dan Kedaruratan pada BPBD Kapuas Hulu mengatakan, ada beberapa petugas di OPD-nya yang diterjukan ke lokasi korban tenggelam tersebut.

"Dari kami di BPBD ada tiga orang yang sudah berangkat ke Semitau, ada juga satu anggota Pol PP ikut. Hari Minggu pukul 09.00 Wib mereka turun ke lapangan," katanya.

Aspian menjelaskan, petugas yang berangkat ke Semitau membawa perahu karet, tali, life jeket, kantong mayat sebanyak 3 buah. Saat mereka tengah melakukan pencaharian korban bersama Basarnas sintang, TNI-Polri, Satpol PP serta para relawan.

"Semalam petugas kita tidak bisa lanjutkan pencaharian karena cuaca. Hari ini, tadi pagi mereka mengabari sudah berangkat ke lokasi cuma kami di kantor belum dapat perkembangan lanjutan sebab lokasi sulit sinyal. Kemaren ada satu korban yang ditemukan meninggal dunia, korban itu anak berumur 1,5 tahun," paparnya.

Kemudian untuk lokasi korban tenggelam di kecamatan Embaloh Hilir ada juga petugas BPBD Kapuas Hulu yang turun sebanyak 5 orang. Peralatan keselamatan ada dibawa, termasuk kantong mayat dan sebagainya. Petugas biasanya tetap bertahan dilapangan hingga penemuan korban. 

"Ini akan diupayakan sampai ketemu di lapangan. Terkait penambahan personil dari BPBD itu belum bisa dipastikan, tergantung pimpinan, apalagi harus ada juga personil yang siaga menangani kebakaran apabila dibutuhkan," ujarnya.

Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu Rajuliansyah menyampaikan rasa belasungkawa atas kejadian musibah tenggelamnya perahu body Speed yang memakan korban jiwa di Dermaga Penyebrang SJRE Desa Nanga Seberuang, Kecamatan Semitau.

"Semoga korban yang hilang segera ditemukan oleh petugas. Pastinya saat petugas sudah dilapangan untuk mencari korban yang hilang," ujarnya.

Terkait apakah tambang penyeberangan itu over kapasitas, Rajuliansyah meminta pihak kepolisian untuk mengusut kasus tersebut. "Kalau memang ada kelalaian harus di proses secara hukum yang berlaku," ucapnya.

Menurutnya, juga tidak tahu apakah tambang itu milik pribadi atau perusahaan. Tentunya ada mekanisme ketika punya perusahaan. "Ada SOP setiap penambang supaya tidak ada kecelakaan di Sungai," ungkapnya.  

Sementara itu Wakil Bupati Kapuas Hulu Antonius L Ain Pamero belum bisa berkomentar panjang karena belum mendapatkan data lengkap.

"Saya minta maaf belum dapat komentar, tapi kita sudah minta, Satpol PP untuk dapat bekerjasama dengan kepolisian, kodim, dan basarnas mencari warga yang belum diketemukan," pungkasnya. (fiq) 

Advertisement

Related

Kapuas Hulu 8607081768759261890

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item