Bea Cukai Badau Serahkan Satu Tersangka Penyelundupan Antimoni ke Rutan Putussibau

pena iklan

Penakapuas.com- Bea Cukai Badau menyerahkan satu dari tiga tersangka kasus penyelundupan batu antimoni ilegal bernama Saparudin Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Putussibau, Kamis (17/1) sekitar pukul 23.56 WIB.

"Baru satu tersangka yang kami serahkan atas nama Saparudin," kata Riduan Penyidik pihak Bea Cukai Badau ditemui usai penyerahan tersangka ke Rutan Putussibau.

Dalam kasus ini kata Riduan penyidik menetapkan tiga orang tersangka, yakni Saparudin, Kepala Dusun Betung, Desa Nanga Betung, Kecamatan Boyan Tanjung, Kapuas Hulu yang diduga sebagai pemilik batu antimoni ilegal.

Selanjutnya, tersangka Mahadi, Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang pernah bertugas di Pengelolaan Pos Lintas Batas Indonesia dan Malaysia Kecamatan Badau dan terakhir tersangka Rinda Yudi, sopir yang saat penangkapan oleh tim gabungan sedang mengendarai kendaraan pengangkut antimoni ilegal yang rencananya diselundupkan ke Malaysia.

Riduan menjelaskan, bahwa tersangka Mahadi saat ini masih berstatus tahanan kota karena yang bersangkutan masih sakit, sedangkan untuk Rinda Yudi akan segera ditahan.

Lanjutnya, terkait dengan pengembangan selanjutnya dari kasus tersebut, menjadi kewenangan pihak kepolisian.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas II B Putussibau Mulyoko membenarkan telah menerima seorang tahanan baru atas nama Saparudin, tersangka dalam kasus penyelundupan batu antimoni ilegal.

"Tersangka itu dalam kondisi sehat ketika diserahkan oleh pihak Bea Cukai," ucapnya.

Sebelumnya, pelaku penyelundupan batu antimoni ilegal itu ditangkap tim gabungan TNI/Polri yang sedang melakukan patroli di jalan tidak resmi perbatasan Indonesia dan Malaysia, Kecamatan Badau 28 November 2018. (fiq) 


Advertisement

Related

Berita 8086273940087437703

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item