Tiga Jembatan di Perbatasan Jadi Prioritas Pembangunan

pena iklan

Penakapuas.com- Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan diwilayah perbatasan RI  Malaysia Kabupaten Kapuas Hulu menjadi salah satu prioritas Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Kapuas Hulu.

Penanganan ruas jalan di perbatasan tersebut dibiayai menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan titik pekerjaan tahun 2018 yakni pada ruas jalan Nanga Kantu- Jaung. 

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU, Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Kapuas Hulu Dedy menegaskan, infrastruktur di lima kecamatan perbatasan tetap menjadi perhatian pihaknya.

“Kita tangani infrastruktur jalan dan jembatan. Beberapa ruas yang menjadi prioritas, salah satunya ruas jalan Nanga Kantu  Jaung," katanya kemarin. 

Dedy mengatakan, ruas jalan sepanjang 51 kilometer itu belum ada jembatan, makanya DAK di tahun 2019 akan diprioritaskan untuk menangani jembatan diwilayah tersebut.

“Ada tiga jembatan yang mesti kita tangani disana, itu selesai tahun depan," ucapnya. 

Lanjut Dedy, diwilayah tersebut juga ada jalan status paralel perbatasan yang ditangani langsung pemerintah pusat seperti dari PLBN Badau  Nanga Kantu namun sampai sekarang belum ada SK dari Menteri PUPR, untuk penetapan statusnya sebagai jalan negara.

“Jadi resmi masuk menjadi jalan negara setelah SK diperbaharui yakni tahun 2020 mendatang. Tapi sekarang berdasarkan Perpres sudah ada trase jalan paralel perbatasan yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat untuk menanganinya," jelasnya. 

Dedi menuturkan, sekarang dari PLBN Badau sampai ke Nanga Kantu ditangani pemerintah pusat, cuma memang belum bisa ditingkatkan, karena belum masuk dalam status jalan negara. 

“Setelah masuk di tahun 2020 baru bisa ditangani, tapi sekarang memang menjadi kewajiban mereka untuk pemeliharaan, dan sudah bisa dilewati," tuturnya.

Dikatakan Dedy, dulunya memang ruas jalan dari PLBN Badau ke Nanga Kantu itu jalan kabupaten. Pihaknya sekarang berupaya agar status panjang ruas jalan tersebut tidak putus di Nanga Kantu karena masih ada satu kecamatan lagi di ujungnya, yakni Kecamatan Puring Kencana.

“Jadi kalau hanya ruas Nanga Kantu maka ke Puring Kencana otomatis tidak kena, maka kita minta trasenya dari PLB Badau terus masuk ke simpang Kantu  Jaung yang sedang kita tangani sekarang, tembus ke Jaung terus bisa masuk ke Kabupaten Sintang. Karena ini jalan paralel perbatasan, mesti lewat sampai ke lini terakhir perbatasan," pungkasnya. (AS)

Advertisement

Related

Kapuas Hulu 5774839659807992320

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item