Rumah Warga Prajurit Terancam Longsor, Pemda Diminta Lakukan Relokasi

pena iklan

Penakapuas.com- Sejumlah rumah warga Prajurit di Jalan Sibat, Kelurahan Hilir Kantor Kecamatan Putussibau Utara, yang terancam longsor kondisinya makin parah. Ancaman longsor tersebut terus mendekati rumah mereka. Pemerintah Daerah pun diminta bertindak cepat sebelum rumah warga benar-benar tenggelam dihantam longsor. 

Menyikapi keluhan masyarakat tersebut Ana Mariana Kepala Dinas PU Bina Marga dan SDA Kapuas Hulu mengatakan, pihaknya setiap tahun selalu mengusulkan agar masalah tersebut dapat ditangani oleh Balai Wilayah Sungai Kalimantan Provinsi Kalbar. 

"2017 sudah kita usulkan agar longsor di Prajurit itu segera ditangani. Ini selalu saya sampaikan setiap Rakor PU, karena masalah ini kewenangan mereka," katanya, Rabu (5/12). 

Ana menegaskan untuk melakukan pembangunan sementara dilokasi longsor tersebut, pihaknya pun tidak bisa berbuat banyak karena bukan kewenangan mereka untuk melakukan itu. "Untuk melakukan pembangunan tebing sungai itu pun tidak bisa sementara dan butuh perencanaan yang matang. Tidak bisa sembarangan, lagipula membutuhkan biaya yang sangat besar," ujarnya. 

Dirinya sendiri hanya bisa menyarankan kepada Pemerintah Daerah untuk dapat melakukan relokasi kepada masyarakat yang rumahnya terancam longsor tersebut. Karena jika terus bertahan dilokasi tersebut dikhawatirkan rumah mereka akan ambruk dihantam tumbukan air sungai Kapuas. 

Sementara itu Abang Hanafiah warga Kelurahan Hilir Kantor mengaku khawatir jika musim hujan tiba.

“Jika tidak cepat ditangani, maka dipastikan beberapa rumah yang berada di pinggiran sungai ini akan ambruk,” katanya. 

Abang mengatakan, pihaknya sudah pernah mengusulkan agar pemerintah segera membangun barau. Soalnya pembangunan barau ini satu-satunya solusi agar rumah warga tidak terancam ambruk.

Lanjut Abang, pemerintah pernah memberikan bantuan kepada warga berupa uang Rp2 juta untuk merehab rumah. Namun bantuan tersebut dianggap kurang efisien karena bukan bantuan seperti itu yang diharapkan masyarakat.

“Bantuan itu sudah lama, sekarang sudah beberapa tahun kami tunggu, bantuan pemerintah tak ada lagi,” pungkasnya. (AS) 

Advertisement

Related

Berita 721873876011081713

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item