Pembangunan Terminal di Bunut HIlir Lamban, CV Jaya Abadi Bisa Diputus Kontrak

pena iklan

Penakapuas.com- Untuk persiapan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) 2019 tingkat Kabupaten di Kecamatan Bunut Hilir, tahun 2018 ini Pemkab Kapuas Hulu melakukan pembangunan terminal di wilayah tersebut. Namun sayangnya proyek yang menggunakan APBD Kapuas Hulu Rp 1,06 miliar tersebut belum menunjukan progress yang memuaskan. 

Pengerjaan terminal yang dilakukan oleh CV Jaya Abadi tersebut sudah diberikan surat teguran dari Dinas Perhubungan Kapuas Hulu agar segera menyelesaikan proyek tersebut. 

"Pekerjaan terminal tersebut terus kami pantau, pemilik perusahaan tersebut juga sudah kami tegur. Tapi dari perusahaan tersebut berkomitmen untuk menyelesaikan proyek terminal itu," kata Abdul Halim Kepala Dinas Perhubungan Kapuas Hulu, Senin (3/12). 

Halim menegaskan, jika kontraktornya tidak mampu bekerja sesuai masa kontrak yang akan habis pada bulan Desember ini, maka perusahaan tersebut terancam diputus kontraknya. 

Halim mengatakan, jika melihat pekerjaan yang ada, pihaknya belum berani memastikan apakah pekerjaan tersebut sesuai target atau tidak, karena saat ini dilapangan masih dalam pengerjaan. "Karena saat ini siang malam perusahaan tersebut bekerja, perusahaan tinggal pilih nanti apakah mereka mau diputus kontrak atau nanti mereka bekerja dalam denda," tegasnya. 

Sementara itu Budi Konsultan Pengawas Proyek Terminal di Bunut Hilir mengatakan, bahwa proyek tersebut semestinya selesai sesuai kontrak yakni 31 Desember 2018."Namun jika melihat kondisi dilapangan dipastikan proyek terminal itu tidak akan selesai," katanya.

Budi mengharapkan, agar proyek terminal itu bisa diselesaikan karena itu menjadi tanggungjawab pelaksana karena terminal di Kecamatan Bunut Hilir tersebut mau digunakan menjelang MTQ 2019 nanti. 

"Bagamaina pun pekerjaan terminal itu harus selesai apapun solusinya. Meskipun perusahaan tersebut bekerja dalam denda," ujarnya. 

Budi mengatakan, pihaknya sudah memberikan surat teguran pertama kepada perusahaan yang mendapatkan paket pengerjaan terminal tersebut karena progress pengerjaan yang dilakukan tidak sesuai yang diharapkan.

"Jika progress pengerjaan terminal tersebut tidak ada perubahan, kami sudah menyiapkan surat peringatan kedua yang akan kita keluarkan bulan 11 ini dan surat peringatan ketiga bisa dikeluarkan pada bulan 12 dan perusahaan tersebut bisa diblacklis dan diputus kontrak yang tergantung sesuai keinginan dari dinas terkait," ujarnya. 

Sementara itu Sopuan Camat Bunut Hilir saat dihubungi via telpon mengatakan, pihaknya memang pernah melaporkan kepada Kepala Dinas Perhubungan terkait lambannya penyelesaian pembangunan terminal diwilayahnya. 

Jika melihat pekerjaan yang ada, kata Sopuan, dirinya yakin jika pelaksana terus menggenjot pekerjaanya yang ada maka proyek terminal tersebut bisa selesai meskipun waktu yang ada sudah mepet.

 Sebagai Camat, Sopuan berharap pembangunan terminal tersebut dapat diselesaikan oleh perusahaan Jaya Abadi, jangan sampai pengerjaan tersebut molor. "Karena terminal tersebut ingin kita gunakan untuk MTQ tahun 2019," pungkasnya. (AS) 

Advertisement

Related

Kapuas Hulu 325382685757169853

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item