Ditangkap Polisi, Warga Minta Polisi Bebaskan Pekerja Kayu

pena iklan

Penakapuas.com- Sejumlah warga yang berprofesi sebagai pengusaha dan pekerja kayu mendatangi kantor DPRD Kapuas Hulu, Rabu (19/12). Mereka meminta solusi terkait usaha kayu serta meminta pihak Polres Kapuas Hulu agar membebaskan beberapa rekan mereka yang ditangkap beberapa waktu lalu.

Aci Ketua Koordinator Audiensi mengatakan, aksi kali ini dilakukan para pekerja kayu dan pengolah kayu untuk kebutuhan masyarakat umum dan Pemda Kapuas Hulu. Beberapa minggu lalu, kata Aci ada para pekerja kayu yang kena tangkap Polisi. "Masyarakat minta dengan tegas keputusan tertulis untuk legalitas pengolahan kayu untuk masyarakat dan pemerintah. Aksi kami tidak ada kaitan politik," katanya.

Aci mengungkapkan, bahwa pada 10 Oktober 2017 pernah ada aksi warga terkait kayu. Aksi itu menghasikan kesepakatan terkait masalah kayu tapi belum ada keputusan tertulisnya, hanya secara lisan tidak bisa jadi dasar warga bekerja. 

"Ada penjebakan terhadap masyarakat oleh Pemerintah," ucapnya.

Penangkapan kayu sudah sering dibahas bersama. Kayu ditangkap itu adalah bahan kayu untuk program bedah rumah, program dari Pemerintah.

"Kayu yang diambil dan diolah oleh masyarakat semata-mata untuk kebutuhan rumah dan pembangunan pemerintah," tuturnya.

Ditambahkan Edi BS Koordinator audiensi lainnya mengatakan, masyarakat yang datang untuk  melakukan audiensi berasal dari jalur Lintas Selatan, Utara dan Timur. 

"Kami minta teman yang ditahan karena masalah kayu baru-baru ini dibebaskan," harapnya. 

Edi juga meminta pihak kehutanan untuk menunjukan kawasan hutan di Kapuas Hulu. Kemudian membuatkan patok batasnya, sehingga masyarakat tidak bingung untuk mengambil kayu. "Sampai sekarang ini kami tidak tahu dimana kawasan hutan produksi, hutan masyarakat dan lain sebagainya," katanya.

Edi menjelaskan, pihaknya mengusulkan pada DPRD untuk melakukan pendampingan pada masyarakat dalam menyuarakan tentang urusan perhutanan agar dikembalikan ke daerah. "Biar masyarakat enak berurusan tentang izin kayu di daerah," paparnya.

Ditambahkan Juman  perserta audiensi lainnya mengatakan, penangkapan terhadap pekerja kayu beberapa waktu lalu memang mengejutkan masyarakat. Ini sebetulnya kepentingan pemerintah dan masyarakat. "Kayu yang ditangkap adalah untuk kebutuhan daerah," ujarnya.

Seharusnya kata Juman aparat juga paham dengan masyarakat. "Kami dikampung hidupnya dari berladang, buka ladang dengan membakar, sekarang kerja kayu ditangkap, kayu itu juga untuk kebutuhan lokal di Kapuas Hulu. Kalau kami kerja ini itu salah bagaimana kami penuhi kebutuhan hidup kami," jelasnya.

Sementara itu Ketua DPRD Kapuas Hulu Rajuliansyah mengatakan, masalah kayu memang selalu muncul sejak lama. Sebelumnya memang ada pembuatan solusi bukan keputusan, itu tidak ada satu pun Forkopimda yang berani beri izin terkait kayu. "Izin kayu sudah kewenangan Provinsi Kalbar," ucapnya.

Terkait pembangunan Kapuas Hulu diakui Rajuliansyah masih mengandalkan material kayu. Hampir 90 persen pekerjaan fisik itu menggunakan kayu. 

Sementara itu Kompol Alber Manurung Waka Polres Kapuas Hulu mengatakan, masyarakat boleh menggarap kayu asalkan mengurus izin terlebih dahulu. Kemudian jangan membawa kayu itu pada malam hari. "Kami tidak mau menyusahkan warga. Warga boleh mengambil kayu asal izinnya ada," tuturnya.

Terkait penangkapan beberapa truk yang membawa kayu, kata Kompol Albert itu sudah sesuai dengan undang-undang. "Itu sudah melanggar aturan, kami tidak berani pastikan itu tidak berlanjut ke Pengadilan. Cuma para pekerja kayu yang ditangkap tersebut sudah ditangguhkan," pungkasnya. (AS)


Advertisement

Related

Berita 8896666594662739954

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item