16.200 Telur Ilegal Malaysia Dimusnahkan

pena iklan

Penakapuas.com- Sebanyak 16.200 butir telur illegal asal Malaysia dimusnahkan oleh Stasiun Karantina Pertanian Entikong di Badau, Rabu (20/12). 

I Putu Alit Kepala Bea  Cukai Nanga Badau mengatakan, pemusnahan telur yang dimasukan melalui jalur tikus tersebut merupakan bukti sinergi positif antara satgas Pamtas, Bea Cukai, Karantina, maupun aparat lainnya.

"Berawal dari patroli rutin satgas pamtas yang menemukan upaya penyelundupan telur ke dalam wilayah NKRI, ditindaklanjuti dengan koordinasi dengan Bea Cukai Badau untuk penanganan kasusnya, lalu karena barang yang coba diseludupkan merupakan komoditas wajib karantina, maka diserahkan kepada karantina pertanian wilayah kerja Badau untuk dilakukan tindakan karantina," katanya, Kamis (20/12).  

Alit mengungkapkan, mengingat saat ini  notifikasi wabah flu burung di Malaysia belum dicabut, maka diambil tindakan pemusnahan telur tersebut untuk mengamankan wilayah NKRI dari wabah tersebut. 

"Mudahan saja kita terbebas dari wabah flu burung," ucapnya.

Sementara itu Riko Rukardi Pejabat Fungsional Medik Veteriner Karantina Entikong di Badau mengatakan, telur yang dimusnahkan tersebut masuk wilayah Indonesia secara ilegal melalui jalur tidak resmi di daerah perbatasan di Kecamatan Badau. 

"Pemusnahan telur ini upaya kita untuk mencegah penyebaran penyakit bersumber binatang," ujarnya. 

Riko menjelaskan, telur-telur itu merupakan sitaan dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Yonif 320/Badak Putih dan Stasiun Karantina Pertanian Entikong di Kecamatan Badau. 

"Telur itu memang ilegal, mau dimasukkan ke wilayah Indonesia, namun berhasil digagalkan," ujarnya. 

Ia menjelaskan pencegahan pemasukan produk ternak dari luar negeri secara ilegal dilakukan untuk menghadang penyebaran penyakit bersumber binatang seperti flu burung.

Guna mencegah produk ilegal masuk, pihak berwenang telah menutup lima titik "jalan tikus" di perbatasan Indonesia-Malaysia di Kecamatan Badau.

Ia menjelaskan, pemusnahan ini merupakan wujud koordinasi yang terjalin baik antara pihaknya dengan aparat TNI dan Polri diperbatasan.

Ia mengatakan, flu burung yang mewabah di Malaysia sangat mengancam Kalimantan Barat. Kalbar diketahui saat ini dinyatakan masih bebas flu burung, sehingga perlu melakukan antisipasi dan pencegahan masuknya penyakit yang disebabkan virus tersebut.

Namun ia menambahkan, yang menjadi kekhawatiran adalah pemasukan unggas maupun produk unggas yang terinfeksi flu burung lewat jalur tikus yang tidak terpantau petugas karantina.

"Terkait hal itu kami tetap berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendukung kami dan menjaga Kalimantan Barat serta Indonesia dari flu burung. Karantina Pertanian di Sarawak selalu koordinasi juga ke kami terkait kondisi disana, daerah mana aja yang aman, tapi sebagai daerah terancam kita yang harus lebih ketat," jelasnya.

Sementara itu Bupati Kapuas Hulu AM Nasir menyambut baik pemusnahan telur illegal Malaysia yang dilakukan oleh Stasiun Karantina Pertanian Entikong di Badau. Hal ini tentunya berupa operasi dan penindakan ini dimaksudkan untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif dalam perdagangan. Jadi pengusahanya bisa patuh pada ketentuan dan menjalankan bisnisnya secara legal. Begitu juga sebaliknya.

"Pihak-pihak yang melakukan kegiatan ilegal dalam usahanya diharapkan memberikan detterent effecy (efek jera), sehingga mendorong mereka untuk patuh aturan menjalankan usahanya," pungkasnya. (AS) 

Advertisement

Related

Berita 1554393309844525649

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item