Pemerintah Harus Perhatikan Masalah Abrasi dan Kesejahteraan Guru

pena iklan pena iklan

Anggota Fraksi PDI Perjuangan, Antonius Thambun menyampaikan pemandangan akhir fraksi pada sidang paripurna APBD Kapuas Hulu tahun anggaran 2019, beberapa waktu lalu

Penakapuas.com - Permasalahan abrasi dan kesejahteraan guru menjadi sorotan lembaga Legislatif Kapuas Hulu, khususnya Frakai PDI Perjuangan Kapuas Hulu. 

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kapuas Hulu, Yanto mengatakan kondisi abrasi yang terparah ada beberapa lokasi. Masalah ini telah disampaikan dalam pemandangan akhir fraksi dalam Sidang Paripurna Pembahasan APBD tahun anggaran 2019, beberapa waktu lalu. 

Abrasi yang parah ada di jalan Kara'am - Banyu benua Martinus kecamatan Embaloh Hulu. "Ini abrasinya sekitar 15 meter, ancam pemukiman warga dan fasilitas pemerintah. Ini hal mendesak yang perlu segera ditangani," ujarnya, Kamis (29/11).

Permasalahan lain di Embaloh Hulu, kata Yanto berkaitan dengan rumah sekolah. Sebab ada yang sudah rusak parah. "Kami harapkan rumah sekolah di Embaloh Hulu ini jadi prioritas Pemerintah," tuturnya.


Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kapuas Hulu, Antonius Thambun menambahkan, bencana abrasi juga ada di desa Sayut kecamatan Putussibau Selatan. Berikutnya abrasi di Pulau Jambu, desa Nanga Tubuk, kecamatan Kalis. "Abrasi di dua lokasi inj mengancam bangunan betang dan pemukiman masyakat. Maka Pemerintah perlu memprioritaskan penanganannya tahun depan," ucap Antonius.


Hal lain yang perlu diperhatikan, kata Antonius adalah terkait kesejahteraan guru. Khususnya guru honorer yang bertugas di daerah pedalaman, seperti daerah Hulu Kapuas, kecamatan Putussibau Selatan.

"Biaya hidup di Hulu Kapuas itu besar tidak sesuai dengan penghasilan mereka sebagai guru, maka perlu dirasakan adanya tunjangan khusus terpencil untuk mereka," tuntas Antonius. (nes)
Advertisement

Related

Berita 835715979772868964

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item