MPM Kapuas Hulu Gelar Nikah Massal

pena iklan

Penakapuas.com-  Bekerjasama dengan Pengadilan Agama Putussibau, Kemenag dan Disdukcapil Kapuas Hulu, Majelis Perempuan Melayu (MPM) Kapuas Hulu menggelar sidang isbat nikah kepada 32 pasangan yang tidak mampu. Isbat nikah yang diselenggarakan Selasa (13/11) diaula MABM Kapuas Hulu tersebut merupakan bentuk bakti sosial organisasi ini dalam melayani masyarakat.  

Ana Mariana Ketua Umum MPM Kapuas Hulu mengatakan tujuan dari kegiatan bakti sosial ini adalah untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam mendapatkan dokumen pernikahan.

"Sebab masih banyak masyarakat belum mendapatkan surat pernikahan. Karena itu sangat penting untuk memudahkan urusan persyaratan administrasi lainnya," katanya.

Ana menjelaskan, bahwa bakti sosial ini yaitu program dari Majelis Perempuan Melayu Kapuas Hulu yang bekerjasama dengan PA Putussibau, Kemenag, dan Disdukcapil Kapuas Hulu. 

"Kita ketahui bahwa bakti sosial sidang Isbat Nikah adalah, kegiatan pertama kali yang dilakukan oleh Majelis Perempuan Melayu di Kapuas Hulu," ujar Kepala Dinas PU Kapuas Hulu ini.

Lanjut Ana, sebenarnya masih banyak masyarakat yang mau daftar nikah massal ini, dikarenakan waktu, SOP, dan surat nikah tidak banyak sehingga pihaknya hanya mampu untuk menikahkan 32 pasangan saja. 

Sementara itu Bupati Kapuas Hulu AM Nasir mengatakan, sidang isbat tersebut sangat istimewa, karena dihadiri Ustad Fikri Haikal.

"Isbat nikah itu bertujuan untuk kepentingan identitas dan dokumen, serta penertiban administrasi. Tidak kalah penting adalah terkait kartu identitas anak," ungkapnya.

Atas nama Pemda, Nasir mengucapkan termakasih kepada MPM Kapuas Hulu maupun instansi terkait karena telah membantu masyarakat. "Ini penting demi hukum. Tapi jangan sampai menjadi tren. Oleh sebab itu, jangan sampai sidang isbat ini terus menerus dilaksanakan," ujarnya.

Sementara itu Junaidi salah satu pasangan yang akan melakukan isbat nikah mengucapkan terimakasi kepada MPM Kapuas Hulu maupun Pemerintah Daerah yang sudah memfasilitasi dirinya untuk mendapatkan dokumen pernikahan.

"Saya sudah 38 tahun menikah, tapi saya belum dapatkan buku nikah sama sekali," katanya. 

Junaidi mengaku selama membina mahligai pernikahan dengan istrinya selama 38 tahun tersebut sudah dikaruniai 6 orang anak dan 13 cucu. 

Tak memiliki buku nikah kata Junaidi berdampak pada pembuatan dokumen keluarganya, mulai dari pembuatan akta kelahiran anaknya maupun tidak bisanya memberikan kepastian hukum bagi anak-anaknya. 

"Saya juga sempat cemas saat itu, takut ketika ada pendataan dari Pemerintah, saya tak bisa menunjukan surat nikah. Tentunya saya dianggap kumpul kebo bersama istri saya, meskipun nyatanya saya sudah menikah secara agama," ujarnya. 

Maka dengan adanya Isbat nikah yang dilakukan oleh organisasi perempuan Melayu Kapuas Hulu ini, ia mengaku senang dan bahagia karena pernikahannya kini tercatat dan bisa memiliki buku nikah. 

"Paling tidak kedepan nanti ketika anak-anak saya membuat dokumen keluarga dan memerlukan buku nikah saya sebagai syarat, saya tidak bingung lagi," pungkasnya. (AS)

Advertisement

Related

Kapuas Hulu 6448279120136339993

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item