Di Porprov 2018 Prestasi Kapuas Hulu Jeblok, Dana KONI Mesti Diaudit

pena iklan pena iklan

Penakapuas.com- Pemerintah Kapuas Hulu menggelontorkan dana besar untuk olahraga. Tujuannya, tentu agar pembinaan atlet bagus dan bermuara pada prestasi maksimal.

Sayangnya, gelontoran dana besar itu tak mesti selalu berbanding lurus dengan prestasi atlet. Seperti di ajang Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov Kalimantan Barat 2018, Pemkab Kapuas Hulu memberikan bantuan dana hibah sebesar Rp2,5 miliar, namun Kapuas Hulu  hanya mampu finish di urutan kedua terakhir dari 14 Kabupaten Kota.

Pada ajang empat tahun sekali tersebut, Kapuas Hulu berada diurutan 13 dengan peraihan medali emas 12, Perak 11 dan Perunggu 24. Jebloknya prestasi Kapuas Hulu ini membuat beberapa kalangan masyarakat agar pemerintah daerah dapat mengevaluasi kinerja KONI Kapuas Hulu bahkan diharapkan dana KONI yang digunakan selama ini agar dapat diaudit. 

"Kalau saya lihat jebloknya prestasi kita di Porprov kemarin, letaknya pada kurangnya pembinaan atlet oleh Pengkab-Pengkab yang ada," kata M. Djusanudin Sekretaris KONI Kapuas Hulu, Rabu (28/11). 

Djusanudin mengungkapkan, pembinaan atlet yang dilakukan Pengkab selama ini kurang berjalan sebagaimana mestinya, ditambah lagi pada persiapan Porprov kemarin itu kurang dan dana juga kurang.

"Dari hasil yang kita raih pada Porprov kemarin, semua Cabor baik yang memberikan medali maupun tidak bisa kita evaluasi," ujarnya. 

Jika berkaca pada Porprov sebelumnya kata Djusanudin, Porprov 2018 ini prestasi Kapuas Hulu benar-benar menurun karena Porprov sebelumnya Kapuas Hulu berada diperingkat 10. 

"Yang jelas pencapaian medali semua Cabor dibanding Porprov sebelumnya, jumlahnya sangat menurun," katanya.

Lanjutnya, untuk itu sebagai Sekretaris Umum KONI Kapuas Hulu cukup kecewa dengan hasil yan diraih, namun bagaimana pun para atlet sudah berusaha memberikan yang terbaik. 

"Kami memohon maaf pada masyarakat Kapuas Hulu karena belum mampu memberikan prestasi yang maksimal," ucapnya.

Ditambahkan Banjeir Plt KONI Kapuas Hulu memohon maaf atas jebloknya prestasi Kapuas Hulu pada Porprov kemarin. "Jebloknya prestasi kita itu karena persiapan TC kita kurang yakni hanya 15 hari," kilahnya.

Selain persiapan TC yang kurang kata Banjeir, jumlah atlet Kapuas Hulu yang berlaga di Porprov itu banyak dikurangi karena aturan. Selain itu Kapuas Hulu juga banyak tidak mengikuti Cabang Olahraga perorangan yang banyak menghasilkan medali. Soalnya Kapuas Hulu hanya mengikuti 26 Cabor dari 40 Cabor yang dipertandingkan di Porprov. 

"Jebloknya prestasi Kapuas Hulu ini, dari KONI juga perlu kita benahi lagi agar lebih baik kedepannya," ucapnya. 

Selain itu Banjeir tidak mempermasalahkan jika pihak tertentu ingin melakukan pengauditan dana KONI yang telah digunakan selama ini. "Kami siap saja jika dana KONI ini diaudit," ucapnya.

Sementara itu H Sarbani Ketua Kontingen pada Porprov 2018 mengatakan, meskipun meraih 12 emas, prestasi Kapuas Hulu tidaklah anjlok, hanya saja memang persiapan atlet dari Kabupaten Kota yang lain lebih matang dari Kapuas Hulu. 

"Apalagi persiapan dari Pengkab kita menjelang Porprov itu ada beberapa atlet meraih prestasi bagus di Kejurda dan lainnya," katanya. 

Turunnya prestasi Kapuas Hulu menurut Sarbani tak terlepas juga dari faktor nasib, seperti Cabor Sepakbola sudah menuju final.namun kalah dalam adu penalti. 

Lanjut Sarbani, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan rapat kembali, kemungkinan akan melakukan evaluasi terhadap Cabor-cabor yang kurang memberikan prestasi di Porprov kemarin. 

"Selain itu juga kami tidak mempermasalahkan jika ada permintaan dana KONI yang digunakan pada Porprov kemarin diaudit. Kami siap, karena penggunaan anggarannya pun tidak ada persoalan,"tegasnya.

Sementara itu Bupati Kapuas Hulu AM Nasir mengaku kecewa dengan prestasi yang diraih oleh KONI Kapuas Hulu pada Porprov kemarin. 

"Ini menjadi evaluasi kita bersama, namun kelemahan kita memang ada pada Cabor yang dipertandingkan dan menghasilkan banyak emas, namun kita tidak mengikutinya," katanya. 

Dengan anjloknya prestasi yang diraih ini, kata Bupati, tentunya ada Cabor-Cabor yang mesti dievaluasi karena dalam waktu dekat ini akan ada rapat evaluasi. 

Selain itu kata Bupati, setiap organisasi apa saja dalam menggunakan uang negara pastinya akan diaudit, begitu juga dengan KONI Kapuas Hulu.  

"Namun memang kami tidak bisa ikut campur lebih jauh persoalan KONI ini, namun kami berhak tau pengelolaan dana hibah yang mereka gunakan tersebut," pungkasnya. (AS) 


Advertisement

Related

Berita 3982332080790266760

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item