Batas Tanah Bekas Kebakaran Pasar Pagi Mulai Ditelusuri

pena iklan

Penakapuas.com- Bersama Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah Kapuas Hulu, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kapuas Hulu melakukan penelusuran batas tanah milik pemerintah daerah yang berada di bekas Pasar Pagi di Kelurahan Putussibau Kota Kecamatan Putussibau Utara. 

Febri Koordinator Lapangan dari BPN Kapuas Hulu mengatakan, kendala mereka dalam melakukan rekontruksi batas tanah milik Pemerintah Daerah ini yakni banyak batas tanah dilokasi tersebut tidak ditemui sehingga mempersulit pihaknya dalam bekerja. 

"Belum lagi kondisi dilapangan ini, lokasinyanya sudah dipenuhi semak belukar dan pohon-pohon," katanya saat ditemui dilokasi rekontruksi batas, Selasa (27/11). 

Febri menjelaskan, berdasarkan peta yang ada, pihaknya sudah 90 persen batas tanah milik Pemda diketemukan. Namun ada juga sebagian dari tanah Pemda Kapuas Hulu ini digunakan masyarakat setempat untuk mendirikan bangunan. "Tapi banyak juga tanah milik warga yang statusnya hak milik, namun objeknya tidak bisa dipertahankan karena terkena longsor," ujarnya. 

Febri mengungkapkan, usai melakukan rekontruksi batas tanah ini, pihaknya tentu akan mengumumkan hasilnya kepada masyarakat sehingga ketika ada masyarakat yang merasa keberatan dengan hasil rekontruksi tersebut dipersilakan untuk mengajukan keberatan berdasarkan bukti surat yang mereka miliki. 

"Namun sebelum turun kelapangan seperti ini, kita sudah melakukan sosialisasi pada masyarakat setempat," ucapnya. 

Ditambahkan Adji Winursito Kabag Pertanahan Setda Kapuas Hulu mengatakan, tanah Pemda Kapuas Hulu yang dilakukan rekontruksi batas ini sebelumnya bekas pasar pagi yang terbakar pada tahun 2010.

"Dilokasi tanah Pemda ini bukan hanya ada tanah Pemda saja melainkan tanah warga juga ada. Batas tanah inilah yang mau kita cari  kejelasannya agar tidak menjadi masalah kedepannya," katanya. 

Adji mengungkapkan, sudah tiga hari pihaknya bersama BPN Kapuas Hulu melakukan penelusuran batas tanah Pemda ini.

"Ada empat lokasi tanah Pemda yang kita telusuri," tuturnya. 

 Lanjut Adji, selain tanah Pemda yang berada di bekas kebakaran Pasar Pagi ini, ada juga puluhan tanah waga yang berada dilokasi yang sama. Untuk itu pun pihaknya berharap agar masalah batas tanah dapat terselesaikan. 

"Dari Pemerintah setempat sebenarnya tidak pernah melarang si pemilik tanah yang berada dilokasi bekas kebakaran pasar pagi ini untuk mendirikan bangunan. Namun harus jelas dulu mana tanahnya yang mau dibangun. Soalnya hingga kini masyarakat juga bingung tanahnya yang mana," ujarnya. 

Maka dari itu Adji mengharapkan, agar masyarakat maupun pemilik tanah agar dapat membantu kerja mereka sehingga batas tanah Pemda dengan masyarakat menjadi jelas. "Karena jika masalah batas tanah ini sudah jelas, lokasi ini akan dijadikan Ruang Tata Hijau," jelasnya. 

Sementara itu Franciskus Lung Pagung Ketua RT 4 RW 1 Kelurahan Putusibau Kota menyambut baik apa yang dilakukan pemerintah saat ini melakukan rekontruksi batas. 

"Paling tidak jika masalah batas tanah ini selesai, kedepan masalah lain tentunya tidak muncul," ucapnya. 

Franciskus mengatakan, lokasi yang dilakukan rekontruksi batas tanah ini memang merupakan Pasar dulunya, namun tahun 2010 mengalami kebakaran sehingga lokasinya pun tidak terawat dan penuh pohon dan semak belukar hingga sekarang. 

"Sekarang kondisinya banyak berubah, tanah warga banyak terkena longsor dan masyarakat juga ada melakukan penambahan bangunan," katanya.

Untuk itu Franciskusmengharapkan agar masalah batas tanah ini dapat diselesaikan secepatnya agar tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari.   

"Tapi perlu dilihat juga, jika pemerintah setempat melakukan pengukuran seperti harus  sosialisasi dulu kepada masyarakat sekitar agar tidak terjadi bentrok nantinya," jelasnya. 

Selain itu Franciskus mengharapkan, jika masalah batas tanah sudah selesai, dilokasi bekas pasar ini dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat. (AS) 

Advertisement

Related

Berita 703423417925785604

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item