2015 Tak Beroperasi, Izin PT KAA di Badau Belum Dicabut Pemerintah

pena iklan

Penakapuas.com Perusahaan perkebunan sawit di Desa Seriang Kecamatan Badau diduga sudah lama tidak beroperasi. Perusahaan sawit tersebut yakni PT Khatulistiwa Agro Abadi (KAA). Perusahan dibawah naungan PT FBP ini diduga sudah bertahun-tahun tak beroperasi. 

Namun beberapa masyarakat sangat menyayangkan kurangnya tindakan tegas pemerintah terhadap perusahaan sawit yang tak kunjung beroperasi. Paling tidak Pemkab Kapuas Hulu mesti bertindak tegas dengan mencabut Izin Usaha Perkebunan (IUP) perusahaan tersebut sehingga dapat digantikan dengan perusahaan lainnya yang ingin berinvestasi di Kapuas Hulu. 

Iwan salah satu LSM di Kapuas Hulu mengatakan, PT KAA tersebut sudah tidak beroperasi dari tahun 2015. PT KAA itu tak beroperasi karena terkendala izinnya untuk membangun pabrik.

"Sedangkan lahannya sudah cukup memadai. Ijin pendirian pabrik pun sepertinya dipermainkan oleh oknum-oknum yang punya kepentingan. Saya juga dapat informasi Sinar Mas tidak mau bekerjasama dengan baik sama PT KAA," katanya, Minggu (4/11).  

Iwan mengharapkan dalam kasus ini, agar pemerintah sebaiknya lebih selektif dalam memberikan izin kepada perusahaan. Apakah itu izin jangka panjang maupun pendek.

"Selain itu pemerintah daerah harus lebih selektif dalam pemberian ijin dan pemetaan lahan," ucapnya. 

Sementara itu Piet Maryoto Kabid Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kapuas Hulu mengungkapkan, pencabutan IUP suatu perusahaan sawit tersebut tidak mudah, tetapi ada proses yang harus dilalui. "Kita masih mengikuti proses, apalagi mereka (PT KAA) itu sudah HGU, jadi harus sesuai aturan," katanya. 

Piet mengatakan, IUP PT KAA ini juga diperpanjang oleh pemerintah setempat hingga Desember 2018, sehingga pihaknya masih menunggu apakah waktu perpanjangan yang diberikan ini mereka masih tetap beroperasi atau tidak. "Jika tidak ada tindaklanjut, sebenanya surat pencabutan IUP untuk PT KAA sudah kami siapkan. Kami juga sudah sering memperingati mereka," ujarnya. 

Piet juga tidak mengetahui apakah tidak beroperasinya PT KAA ini akan dilakukan take over dengan perusahaan lain. Pihaknya tidak mencampuri jauh hingga urusan tersebut. "Namun jika perusahaan tersebut ingin take over ke perusahaan lain, tentunya kita harus melihat aturannya lagi," pungkasnya. (AS)

Advertisement

Related

Berita 7524033980601649244

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item