Rumah Terancam Ambruk, Masitah Pilih Mengungsi

pena iklan

Penakapuas.com- Pasangnya air sungai Kapuas beberapa hari ini membuat beberapa rumah warga dipinggiran sungai tepatnya di kampung Prajurit Jalan Sibat RT 01 RW 03 Kelurahan Hilir Kantor Kecamatan Putussibau Utara terancam longsor. Bahkan salah satu warga setempat sudah mengungsi karena rumahnya terancam ambruk dihantam longsor. 

Tiang rumah Masitah warga kampung Prajurit Jalan Sibat RT 01 RW 03 Kelurahan Hilir Kantor kini sudah menggantung,  jika tak cepat direlokasi rumahnya akan ambruk. “Sudah ada tiga hari tiang rumah saya menggantung seperti itu,” katanya saat ditemui, Jumat (19/10). 

Masitah mengatakan, dirinya dan keluarganya selalu bimbang dan cemas saat berada didalam rumah ketika musih hujan dan air pasang tiba, karena disaat itulah ia harus waspada menjaga keselamatan mereka. 

“Kemarin itu disaat anak saya lagi nonton, tanah dibawah tiba-tiba longsor dan rumah terasa goyang,” ucapnya. 

Saat ini perempuan berusia 42 tahun ini mengaku bingung harus tinggal dimana, sementara tanah yang ia tempati sebelumnya sudah tidak bisa didirikan rumah lagi. “Ini sudah ketiga kalinya saya membangun rumah, sebelumnya rumah saya juga terkena longsor,” ungkapnya. 

Untuk sementara, Masitah mengaku tinggal dirumah keluarganya, barang-barang dirumahnya pun sudah banyak dipindahkan.  “Saya berharap pemerintah dapat memberikan solusi untuk kehidupan kami. Paling tidak pemerintah dapat memberikan tanah untuk kami tinggal,” ujarnya. 

Sementara itu Abang Hanafiah Ketua RT 01 membenarkan bahwa rumah Masitah yang paling parah ketimbang rumah lainnya, namun bukan hanya Masitah yang memerlukan bantuan, tetapi ada lima rumah lainnya lagi yang nasibnya hampir sama dengan rumah Masitah. 

“Jika tak segera ditangani, tempat kami ini juga akan terancam longsor,” tuturnya.

Abang mengungkapkan, pejabat pemerintah daerah maupun dewan sudah pernah mengunjungi lokasi mereka, namun sayangnya sudah berapa lama ini belum ada reaksi apa pun dari mereka. 

“Sementara longsor dirumah kami ini semakin hari semakin mendekat,” ucapnya. 

Maka dari itu ia menilai pemerintah lamban untuk bergerak, padahal masyarakat setempat meminta untuk sementara agar pinggiran sungai tempat mereka tinggal tersebut dapat dibarau sementara untuk menahan terjangan air sungai. 

“Sambil menunggu solusi lain, lebih baik pasang barau sementara dululah untuk kami agar  lebih tenang tinggal dirumah,” pungkasnya. (AS)

Advertisement
pena iklan

Related

Berita 414764405180874102

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item