Proyek Gagal Kemenpera di Kapuas Hulu

pena iklan pena iklan

Penakapuas.com- Masih ingat bangunan rumah khusus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari proyek Kementrian Perumahan Rakyat tahun 2012 di Desa Sepandan Kecamatan Batang Lupar. Kondisinya kini makin parah, bangunan rumah khusus PNS ini sudah banyak yang rusak, parahnya lagi rumah tersebut tidak terawat dan dipenuhi semak belukar. 

Jafar warga Sepandan mengatakan, lokasi rumah tersebut jauh dari permukiman warga dan tidak ada yang menempatinya. Selain itu lokasinya berada dalam semak belukar.

“Karena jauh dari rumah warga, bangunan rumah ini sering dijadikan tempat mesum. Kami pun susah mengawasinya,” katanya, Sabtu (27/10)

Jafar mengaku dirinya sempat terlibat dalam pembangunan rumah tersebut. Menurutnya pembangunan rumah di Sepandan dilakukan pada tahun 2012 dan hanya 50 unit saja pembangunannya.

“Tujuh bulan saja kami bekerja untuk pembangunan itu, lalu ada masalah dengan  kontraktornya,” tuturnya.

Kondisi rumah tersebut kata Jafar sudah mulai rusak, kaca banyak yang pecah dan deknya bangunan juga sudah banyak jebol. Bangunan tersebut rusak, karena tidak ada yang menempatinya, sementara yang hanya boleh tinggal dirumah tersebut PNS saja.

“Sebenaranya kalau tidak ada yang mau menempati biar masyarakat sajalah yang tinggal disana. Dari pada tidak terawat seperti ini,” ujarnya.

Ditambahkan Camat Batang Lupar Rusdy Hartono mengatakan, pembangunan rumah tersebut sangat tidak layak karena dinding bangunannya dari GRC, belum lagi kayu dirumah tersebut banyak yang sudah lapuk. 

“Sudah beberapa kali perwakilan dari Kemenpera datang kesaya, katanya untuk melakukan revitalisasi terhadap rumah tersebut, tapi hingga hari ini belum ada realisasinya,” ujarnya. 

Rusdi mengatakan, rumah yang dibangun tersebut  bagaimana bisa ditempati karena fasilitas listrik dan air saja tidak ada, belum lagi hingga hari ini belum ada penyerahan rumah tersebut dari Kemenpera ke Pemerintah Daerah, sehingga PNS di wilayahnya pun tak bisa menempatinya. 

“Kalau rumah itu sudah diserahkan ke Pemda, saya yakin akan ada orang yang mau menempatinya,” ucapnya. 

Rusdi menyarankan agar pihak Kemenpera segera melakukan revitalisasi terhadap rumah tersebut sehingga bangunan tersebut tidak mubazir dan pegawai yang bertugas di wilayahnya pun dapat menempatinya. 

Sementara itu Ricky Kasi Pidsus Kejari Kapuas Hulu mengatakan, kasus perumahan dari Kemenpera itu sudah lama, sejak ia belum bertugas di Kapuas Hulu, kasus itu sudah mencuat. “ Setau saya kontraktor utamanya yakni Sinta Hutasoit yang dulu buron kini sudah tertangkap,” ujarnya.  

 Ricki mengungkapkan, apakah kasus ini ada pengembangan lain atau tidak, dirinya kurang mengetahui karena kasus ini sudah lama, sebelum saya pindah ke Kapuas Hulu. “Ditangkapnya Sinta Hutasoit juga disaat saya tidak bertugas disini,” ucapnya.  

Perlu diketahui proyek perumahan Kemenpera khusus bagi PNS perbatasan di Kapuas Hulu ini ada lima lokasi diantaranya Kecamatan Badau berjumlah 35 unit, Putussibau Selatan 26 unit, Embaloh Hulu 15 unit, Puring Kencana 30 unit dan Kecamatan Batang Lupar 50 unit. Bangunan tersebut dibangun di tanah milik Pemkab Kapuas Hulu. Dari semua lokasi tersebut, bisa dikatakan pembangunan rumah tersebut merupakan proyek gagal karena tidak difungsikan sebagaimana mestinya. (AS) 

Advertisement

Related

Berita 806040469849667234

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item