Petani Plasma Ngadu ke Dewan

pena iklan pena iklan

Penakapuas.com - Sekitar 150 petani plasma perwakilan enam KUD mitra PT MPE. Para petani tersebut berasal dari Dusun Serajin, Desa Seraras mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Sekadau, Senin (29/10). 

Kedatangan mereka ke Kantor DPRD Kabupaten Sekadau untuk menyampaikan aspirasi atau tuntutan terkait penurunan harga dan pembatasan kuota TBS plasma. Sebelumnya, para petani pernah mendatangi pihak perusahaan guna membahas masalah tersebut. 

Namun, hasil rapat yang telah dilakukan dirasa belum memuaskan dan membuat para petani kecewa. Bahkan, mereka memagae pintu masuk PT PHS beberapa waktu lalu. Perwakilan para petani tersebut diterima oleh DPRD Kabupaten Sekadau. 

Hermanto, Juru Bicara Petani meminta agar buah plasma yang melebihi kuota harap dibayar sesuai harga yang ditetapkan pemerintah. Kemudian, kebun plasma tidak dibatasi kuotanya dan meminta DPRD Kabupaten Sekadau untuk memanggil pihak perusahaan.

Ketua KUD Gunung Pingai, Jaya mengatakan, buat yang dijual murni milik plasma dan bukan milik pihak ketiga seperti yang disebut pihak perusahaan. Ia menilai, pembatasan kuota merupakan kebijakan sepihak tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. 

"Sedangkan, buah plasma yang dikirim setelah tutup buku dianggap perusahaan milik pihak ketiga," ujarnya. 

Pemagaran yang dilakukan merupakan reaksi wujud kekecewaan petani karena tidak ada jawaban yang memuaskan dari perusahaan. Bahkan, disinyalir perusahaan akan menutup buah petani plasma dan hanya akan mengambil buah inti. Sehingga, pemagaran yang dilakukan dianggap menjadi langkah terkahir agar buah plasma dan untuk tidak bisa panen. 

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sekadau, Musa A mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil pihak perusahaan. Ia juga meminta petani plasma membawa setiap dokumen perjanjian yang dimiliki sebelumnya, baik itu dokumen perjanjian jual beli maupun kesepakatan yang pernah dibuat sebelumnya. 

"Hal tersebut nantinya berguna untuk menentukan langkah yang akan diambil dalam penyelesaian masalah. Terutama, mengenai harga TBS diluar kiota yang ditetapkan perusahaan sebesar Rp684 diluar harga standar yang diinginkan petani," kata dia. 

Kapolres Sekadau, AKBP Anggon Salazar Tarmizi mengimbau petani plasma agar lebih mengedepan pikiran daripada emosi dan jangan mudah terprovokasi. Emosi sesaat hanya akan menyebabkan masalah yang belum selesai semakin kompleks. Kapolres juga menyampaikan agar situasi kamtibmas tetap terjaga, mengingat FSBM XII akan dimulai tanggal 4 November 2018.

Dalam waktu dekat, rapat akan dilakukan kembali dengan menghadirkan petani plasma, Instansi terkait, pihak perusahaan dan tim TP4K. (Humas Polres Sekadau/In)

Advertisement

Related

Sekadau 3129996562812654899

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item