Perusahaan Sawit di Kapuas Hulu Beroperasi Dikawasan Hutan Tanpa Izin

pena iklan

Penakapuas.com- Salah satu perusahaan perkebunan sawit di Kapuas Hulu diindikasikan melakukan perambahan kawasan hutan di Kecamatan Silat Hilir dalam membuka lahan perkebunan mereka. Perusahaan tersebut yakni PT Riau Agrotama Plantation (RAP) yang merupakan anak perusahaan dari Salim Group. 

Parahnya lagi PT RAP ini sudah ditegur oleh Bupati Kapuas Hulu melalui surat yang ia keluarkan agar pihak perusahaan menghentikan sementara kegiatan mereka, namun perusahaan tersebut tidak mengindahkannya.

"Kemarin kami memang sudah bentuk tim untuk turun langsung kelapangan, memang kegiatan perusahaan itu diluar izin. Sehingga ini menjadi persoalan," kata Bupati Kapuas Hulu AM Nasir saat ditemui, Rabu (24/10). 

Bupati mengatakan, secara detail ia kurang tahu berapa lama dan berapa banyak kawasan hutan yang mereka rambah. Namun yang jelas pihaknya akan mencoba memanggil pihak perusahaan. 

"Kita mau barang ini tuntas dan tak ada masalah. Selama ini dari perusahaan beranggapan bahwa lahan yang mereka garap itu milik masyarakat," ujarnya. 

Ditambahkan Julias Shofiar Kasi Perlindungan Perkebunan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kapuas Hulu mengatakan, masalah PT RAP, pihaknya dari Tim Pembina Pengembangan Perkebunan Kapuas Hulu (TP3K) tengah melakukan penyelesaian. "Jadi PT RAP ini terindikasi melakukan perambahan dalam kawasan hutan, karena kami melihat dari informasi yang ada memang seperti itu," katanya. 

Untuk itu kata Shofiar, TP3K nantinya akan melakukan pengecekan ulang kembali mulai dari data perizinan, data kerja perusahaan, data perusahaan dan lainnya. 

Shofiar juga tak membantah jika ada surat Bupati yang sudah dilayangkan kepada PT RAP agar menghentikan operasinya. "Setahu saya isi surat Bupati itu untuk menghentikan kegiatan perusahaan yang terindikasi melanggar. Namun sepertinya mereka tidak mengindahkannya, nanti dari tim kami akan meminta konfirmasi dari perusahaan tersebut," pungkasnya. (AS) 

Advertisement
pena iklan

Related

Berita 9073721932738232120

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item