6 Warga Perbatasan Kena DBD

pena iklan pena iklan

Penakapuas.com- Enam warga perbatasan Malaysia-Indonesia tepatnya di Desa Nanga Kantuk Kecamatan Empanang terkena Demam Berdarah Dangue (DBD). Rata-rata mereka masih berusia anak-anak. Empat dari penderita DBD sudah dilarikan ke rumah sakit Putussibau, sementara dua penderitanya dilarikan kerumah sakit bergerak Kecamatan Badau. 

"Kasus DBD di Empanang sejak tanggal 20 Oktober 2018. DBD yang menimpa anak-anak disini dibawa dari Putussibau," kata Susana Kepala Puskesmas Empanang saat dihubungi via telpon, Jumat (25/10). 

Susana mengharapkan agar tidak terjadi lagi kasus DBD di Empanang, pihak Dinas Kesehatan Kapuas Hulu dapat segera melakukan fogging. 

Sementara itu Donatus Dudang Camat Empanang menduga, warganya yang terkena DBD tersebut dikarenakan masalah kebersihan lingkungan. Maka dari itu, hari Kamis (25/10) kemarin warganya sudah melakukan gerakan bersih-bersih lingkungan untuk menghindari penularan DBD. 

"Ada kasus DBD ditempat kami baru tahun ini," ucapnya. 

Maka untuk itu ia mengharapkan kepada Dinas Kesehatan Kapuas Hulu agar dapat melakukan penanganan cepat dan tepat kepada korban DBD, karena yang terkena DBD ini semua anak-anak. 

Sementara itu Herberia Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kapuas Hulu mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan kasus DBD di Empanang. 

"Ya memang ada laporan. Kami hari Senin rencana ke Empanang sekalian penyuluhan," katanya.

Sementara itu Harisson Kepala Dinas Kesehatan Kapuas Hulu mengatakan, perlunya masyarakat Empanang menjaga kebersihan lingkungan, jangan sampai ada jentik-jentik nyamuk yang berkembang ditempat-tempat genangan air di lingkungan rumah masing-masing.

"Dinas kesehatan sudah sering mengingatkan masyarakat untuk menjaga lingkungannya. Juga sudah diberikan oleh Puskesmas serbuk abate. Namun sering masyarakat lengah," katanya.  

Harisson mengatakan, pihaknya juga sudah membuat program satu rumah satu juru pemantau jentik rumah tangga. Jadi dalam  satu rumah tangga ada satu anggota rumah tangga itu sendiri yang bertugas untuk memantau jentik-jentik nyamuk yang ada di lingkungan rumah masing-masing.  

Selain itu Dinas Kesehatan juga kalau ada kasus DBD segera turun memfoging lingkungan di sekitar rumah penderita dengan radius 100 M. Namun fogging tidak efektif karena hanya membunuh nyamuk yang sudah terbang atau dewasa ."Fogging tidak membunuh jentik nyamuk yang ada di tempat-tempat penampungan air, yang dalam beberapa hari akan berkembang menjadi nyamuk dewasa. Jadi DBD tetap akan ada selama masyarakat tidak peduli dengan kebersihan lingkungannya," pungkasnya. (AS) 


Advertisement

Related

Berita 1796493393841845829

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item