Mantan Kepsek di Sekadau Kena OTT

pena iklan


Penakapuas.com-Tim saber pungli Kabupaten Sekadau melakukan operasi tangkap tangan (OTT). OTT tersebut dilakukan terhadap mantan Kepala Sekolah di Kabupaten Sekadau.
Kasat Reskrim Polres Sekadau, IPTU M Ginting menuturkan, saat itu pihaknya mendapatkan informasi adanya pungutan tak wajar disalah satu sekolah yang dilakukan DEH. Pungutan tersebut dilakukan terhadap siswa yang telah lulus pada tahun ajaran 2018.
"Dimana saat akan mengambil ijazah para siswa diwajibkan membayar Rp 300 ribu. Ijazah itu harus diambil di rumahnya," ujarnya, Minggu (9/9).
Setelah menerima laporan tersebut Unit Dua Satreskrim Polres Sekadau selaku Unit Pokja Penindakan Tim Saber Pungli Kabupaten Sekadau menyelidiki informasi tersebut. Saat itu, seorang orang tua murid datang dan mengambil ijazah dirumah DEH. Sesaat kemudian Unit Pokja Penindakan melakukan OTT terhadap DEH.
"DEH tidak menyangkal perbuatannya yang memungut uang sebesar Rp300 ribu kepada setiap siswa lulusan tahun 2018 bila akan mengambil ijazah tersebut," ucap Ginting.
Ginting mengungkapkan, berdasarkan pengakuan DEH sudah ada enam siswa yang mengambil ijazah. Saat itu ditemukan barang seperti satu unit laptop, 19 ijazah SMA, 28 SKHUN dan uang sebesar Rp1,8 juta serta satu lembar daftar siswa.
"DEH dan barang bukti langsung dibawa ke Mapolres Sekadau. Dari keterangan DEH sudah tidak menjabat lagi sebagai kepala sekolah karena sudah diberhentikan," tuturnya.
Sementara itu, Wakapolres Sekadau, Kompol O Umbu Sairo membenarkan adanya OTT tersebut. Ia menjelaskan, OTT yang dilakukan terhadap DEH menggambarkan adanya perbuatan pidana yang terjadi. Penyangkaan pasal sebagaimana terdapat dalam Undang-Undang Tindakan Pidana Korupsi tidak dapat diterapkan mengingat tidak ditemukan unsur-unsur sebagainana terdapat dalam pasal-pasal tindak pidana korupsi.
Selain itu, perbuatan DEH belum dapat disimpulkan sebagai perbuatan yang dapat disangkakan dengan pasal pemerasan. Mengingat, belum tergambar dengan jelas adanya perbuatan kekerasan ataupun ancaman kekerasan. Ditambah lagi, adanya pemberian ijazah yang dilakukan olehnya secara gratis kepada tiga siswa yang tidak mampu.
"DEH dapat dipersangkakan dengan pidana penipuan dan statusnya sudah tidak lagi menjabat sebagai Kepala Sekolah namun masih menguasai ijazah dengan tidak menyerahkan ke pihak sekolah merupakan perbuatan yang dapat dipersangkakan dengan perbuatan pidana penggelapan," pungkasnya. (IN)
Advertisement

Related

Sekadau 5172065994544789100

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item