Proses Hukum Terhadap Penyelundupan Rotan Harus Ditegakkan

pena iklan

Penakapuas.com - Kasus dugaan penyelundupan rotan sebanyak 20 ton ke Malaysia, melalui kecamatan Badau, kabupaten Kapuas Hulu masih dalam proses lidik aparat terkait. Rotan tersebut diduga berasal dari kabupaten Sanggau dan hendak diselundupkan ke Malaysia. Rotan tersebut ditahan petugas setempat lantaran tidak membawa dokumen resmi. 

Anggota DPRD Kapuas Hulu, Fabianus Kasim mengatakan, kasus tersebut jika terbukti tentu sudah mengakibatkan kerugian negara. Apabila ekspor itu resmi, tentunya sidah banyak dana yang kembali kepada negara. "Kalau terbukti ilegal, hukum harus ditegakkan terhadap kasus penyelundupan rotan itu," tegas Kasim saat ditemui media ini, Kamis (16/8) malam.

Kasim menegaskan, ekspor impor tentu ada regulasinya, ada prosedur prizinannya. Apabila sudah sekala besar seperti 20 ton itu, maka uruslah izin dan sebagainya. "Prosedur itu ikutilah yang sebenarnya, sehingga tidak bermasalah ekspornya," tegasnya.

Menurut Kasim, bisa saja latar dugaan ekspor ilegal itu dilatarbelakangi ketidak pengetahuan dari pengusaha yang bersangkutan. Sebab itu, sebelum melakukan usaha penting jajaki aturannya ke Pemerintah. "Pemerintah juga perlu mensosialisasikan terkait proses impor itu, terutama bagi warga perbatasan yang arus ekonominya melalui lintas batas negara," tegasnya.
Tak luput, Kasim mengapresiasi pihak bea dan cukai Badau, serta satgas pamtas setempat yang berhasil mengungkap dugaan penyelundupan rotan tersebut. Ia pun berharap jalur perkebunan kelapa sawit di perbatasan turut diawasi secara ketat, karena sudah terjadi penyelundupan. "Ini baru rotan 20 ton, bagaimana kalau itu Narkoba 20 ton. Maka dari itu sebagai perwakilan masyarakat, kita berharap pengawasan diperketat di jalur sawit itu," tuntas Kasim. (nes)
Advertisement
pena iklan

Related

Berita 6732252125971292497

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item