Perjuangkan Nasib, Puluhan Guru Honor di Sekadau Ngadu ke Dewan

pena iklan

Penakapuas.com- Puluhan guru honor SD dan SMP menyampaikan sejumlah tuntuan saat kepada DPRD Kabupaten Sekadau, Senin (27/8). Para guru honor sekolah tersebut memperjuangkan nasib mereka. Tak sedikit dari guru honor tersebut yang telah mengabdi belasan hingga puluhan tahun.

Penyampaian aspirasi oleh guru honor tersebut juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sekadau, Jeffray Raja Tugam, Anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Musa A, Liri Muri, Yodi Setiawan, Subandrio, Indra Brata, Herman A Bakar, Hasan dan Aron. 

Salah seorang guru honor, Junaidi menuturkan, pihaknya menyampaikan sejumlah tuntutan. Mereka berharap, tuntutan tersebut dapat dipenuhi Pemkab Sekadau. Apalagi, kata Junaidi, selama ini pihaknya tidak pernah mendapatkan perhatian dari Pemkab Sekadau.

“Kami di SDN 23 Engkudu menerima Rp300 ribu per bulan. Honor itu kami terima setiap 6 bulan sekali dari dana bantuan operasional sekolah (BOS),” ujarnya, ditemui usai penyampaian tuntutan di Kantor DPRD Kabupaten Sekadau.

Junaidi mengungkapkan, dengan kondisi tersebut para guru honor kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, termasuk kesulitan membiayai sekolah anak-anak mereka. Para guru honor pun memutar otak agar kebutuhan hidup tersebut bisa terpenuhi, seperti menyadap karet atau bertani.

Sedikitnya ada enam tuntutan yang disampaikan para guru honor tersebut. Tuntutan tersebut, pertama meminta segera diterbitkan SK Bupati atau Perbup atau surat penugasan dari Pemda berdasarkan Permendikbud Nomor 26 Tahun 2017. Kedua, para guru honor meminta segera dilantik atau diangkat menjadi guru honor daerah atau guru kontrak daerah.

Tuntutan ketiga, yaitu jangan menerima atau merektur tenaga honor dari kabupaten lain, selain guru honor yang sudah mengabdi belasan tahun di Kabupaten Sekadau. Keempat, guru honor menolak pengangatan guru honor daerah atau guru kontrak dengan adanya semacam tes tertulis.

Tuntutan kelima, yaitu tidak mempersulit pemberkasan pengakatan guru honor daerah atau guru kontrak daerah. Keenam, jika diangkat menjadi tenaga honor daerah Kabupaten Sekadau untuk menempatkan di sekolah masing-masing sesuai data dari Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan.

“Kami berharap supaya Pemkab Sekadau memperhatikan kami,” harap Junaidi.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sekadau, Albertus Pinus mengungkapkan, para guru horor tersebut merupakan guru honor sekolah. Sebab, Kabupaten Sekadau belum memiliki guru honor daerah.

“Mudah-mudahan kedepan aspirasi mereka bisa terealisasi untuk ditampung melalui APBD,” ungkapnya.

Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu mengatakan, tentu dalam penerapannya pihaknya juga memperhatian Undang-Undang tentang guru dan dosen. Pada intinya, kata Pinus, pihaknya mendukung apa yang menjadi keinginan para guru honor sekolah.

“Kami akan segera panggil eksekutif dan akan dibahasa lebih lanjut baik di komisi maupun di Banggar, nanti akan didiskusikan lebih lanjut mengenai honor,” tuturnya.

Pinus mengatakan, berdasarkan data yang disampaikan eksekutif untuk telaah ada beberapa guru yang tidak memenuhi syarat menjadi guru. Kondisi tersebut tentunya berujung pada tidak bisanya mereka yang tak memenuhi syarat diangkat menjadi guru honor. “Ini juga menjadi perhatian kami,” pungkasnya. (IN) 

Advertisement
pena iklan

Related

Daerah 4397699879998626606

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item