Minum Air Sungai, Warga Silat Hilir Keracunan

pena iklan

Penakapuas.com- Warga Dusun Jelemuk, Desa Miau Merah Kecamatan Silat Hilir bernama Yustina Ani keracunan setelah mengkonsumsi air sungai yang diduga tercemari tuba Senin (6/8) kemarin. Pasca kejadian, korban langsung dilarikan ke RS Pratama untuk mendapatkan penanganan medis.

Wanita berusia 47 tahun tersebut setelah ditangani medis oleh pihak RS, kondisi Ani sedikit membaik, sehingga bisa menceritakan perihal yang dialaminya.

Ani mengatakan, kejadian bermula ketika ia hendak mandi di sungai dekat dengan ladang miliknya sekitar Pukul 15.30 hari itu.

 "Karena cuaca sangat panas dan saya merasa sangat haus, sehingga langsung  meminum air langsung dari sungai. Karena meminum air langsung dari sungai sudah biasa kami lakukan saat di ladang," katanya, Selasa (7/8). 

Malangnya hari itu, sungai-sugai disekitar ladang rupanya sudah dicemari tuba. Terbukti ia akhirnya melihat beberapa orang berada disekitar sungai tersebut.

“Saya melihat ada orang berdiri di sungai, cuma mereka tidak bilang kalau mereka sedang menuba ikan di sungai itu,” ujarnya. 

Setelah mandi, Ani melihat ada ikan pingsan disungai, layaknya ikan yang mabuk karena tercemar air tuba. Beberapa saat kemudian ia merasa mual serasa hendak pingsan. 

"Untung ada keluarga yang cepat memberi pertolongan ke saya, dan segera membawa saya ke RS Pratama," tuturnya. 

Sementara itu Aton anak Ani mengungkapkan, kendati sudah mendapat penanganan  medis, semalam ibunya masih mengalami muntah dan buang air kecil sampai puluhan kali.

"Ibu masih di RS, sekarang ibu masih mengeluh sakit di tenggorokan dan dada," tuturnya. 

Atas kejadian tersebut kata Aton, pihaknya sudah melaporkannya ke pihak berwajib. Untung saja nyawa ibunya tertolong.

Menanggapi hal tersebut, Pemerhati Lingkungan Hidup Kapuas Hulu Stephanus Mulyadi mengatakan, meski dilarang, kebiasaan buruk menuba ikan di sungai masih saja dilakukan beberapa warga saat musim kemarau.  Meskipun hal itu dilarang.

"Kegiatan menuba atau meracuni ikan di sungai sangat berbahaya. Baik bagi manusia maupun bagi lingkungan hidup, karena unsur racun yang ditebarkan di air akan membunuh semua jenis ikan disungai, besar dan kecil," katanya. 

Apalagi kata Steph, kalau mempergunakan racun kimia, seperti lanite, sianida dan lain - lain sangat berbahaya. 

"Bagi manusia sendiri yang memgkonsumsi ikan hasil tangkapan itu sangat berbahaya. Meskipun ikan dibuang perut dan kepalanya, racun tetap saja ada dalam tubuh ikan. Racun akan mengendap dalam tubuh, meskipun dampaknya tidak kangsung terasa," pungkasnya. (Yas)

Advertisement
pena iklan

Related

Berita 3333189017339000264

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item