KPU Sekadau Serahkan DPT Pemilu 2019

pena iklan

Penakapuas.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sekadau telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) untuk pileg dan pilpres 2019 mendatang. DPT yang disampaikan KPU sebanyak 147.843 pemilih diserahkan kepada parpol peserta pemilu, Bawaslu dan Pemkab Sekadau.

Sebelumnya DPT sudah ditetapkan pada 21 Agustus lalu. Hasil tersebut, kemudian disampaikan kepada parpol, Bawaslu dan instansi terkait lainnya setelah 7 hari penetapan DPT, pada Selasa (28/8).

Ketua KPU Kabupaten Sekadau, Drianus Saban menuturkan, penyampaikan DPT tersebut kepada parpol peserta pemilu, Bawaslu dan instansi terkait lainnya merupakan mandat dari undang-undang.

“Itu belum termasuk daftar pemilih khusus (DPK). DPK, mereka yang memenuhi syarat pada hari H pemungutan suara untuk memberikan hak suaranya bisa menunjukan KTP,” ujarnya ditemui usai kegiatan.

Saban mengatakan, untuk target partisipasi pemilih pada pemilu 2019 sebesar 70 persen keatas. Upaya yang dilakukan untuk mencapai target tersebut, yaitu KPU Kabupaten Sekadau memperkuat sosialisasi kepada pemilih. Baik itu sasarannya pada pemilih pemula maupun pemilih perempuan.

Selain itu, pihaknya juga bermitra dengan Bawaslu dalam meningkatkan partisipasi pemilih. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada pemilih agar memberikan hak suaranya pada pemungutan suara pemilu 2019 mendatang.  

“Sosialisasi juga melibatkan instansi terkait, seperti Kesbangpol untuk mendorong pendidikan politik. Saat ini juga dilakukan,” ucapnya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Kabupaten Sekadau, Al Aminuddin mengajak masyaraka untuk berperan aktif mengecek datanya. Hal ini untuk memastikan agar masyarakat yang memiliki hak pilih terdaftar dalam DPT.

“Terkait dengan citra diri, sebelum tahapan kampanye. Kami mengimbau kepada seluruh peserta pemilu agar mematuhi aturan yang ada,” imbaunya.

Para peserta pemilu tidak diperkenankan menyantumkan lambang partai dan nomor urut yang sifatnya komulatif. Namun, yang diperbolehkan yaitu bila hanya mencantumkan salah satu dari keduanya.

“Ada foto kemudian lambang partai dan nomor urut itu dilarang. Kalau misalnya salah satu, itu boleh,” ungkap Al.

Ia mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan surat edaran kepada masing-masing parpol. Diharapkan para peserta pemilu dapat mematuhi ketentuan yang ada.

“Jika ditemukan, kami minta supaya diturunkan. Jika tidak, itu masuk dalam ranah pelanggaran,” pungkasnya. (IN)

Advertisement
pena iklan

Related

Daerah 977854300276959544

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item