Kerupuk Basah dan Madu Sudah 'Ditilik' Investor

pena iklan

Dinas Penanaman Modan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM) Kapuas Hulu mengadakan seminar laporan akhir kegiatan Penyusunan Peta Potensi Investasi Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, di aula Bank Kalbar Putussibau, Selasa (7/8). Kegiatan tersebut dihadiri Sekda Kapuas Hulu, Ir. H. Muhammad Sukri, Ketua Komisi B DPRD Kapuas Hulu, Budiharjo serta pihak konsultan manajemen, NGO dan perwakilan SKPD terkait.

Kepala DPM Kapuas Hulu, Didik Widiyando mengatakan, investasi adalah kekuatan inti untuk mengakselerasi pembangunan daerah. Ini butuh rencana yang baik dari pemerintah daerah. " Hampir semua daerah mencari pemodal. Salah satunya lewat promosi investasi dengan memanfaatkan potensi daerah, agar diminati. Potensi investasi daerah perlu juga dipromosikan lewat berbagai media," ucapnya.

Salah satu yang diharap investor adalah sistem informasi berbasis data, seperti hutan, aliran sungai dan lain sebagainya. Oleh karena itu DPM telah membuat dokumen (peta) komperhensif sektor primer dan data lain.

Peta ini lebih didasari pada sektor primer, sebab areal potensi sangat luas di sektor tersebut. Peta ini akan diunggah sistem informasi online yang bisa diakses siapa pun. 

"Penyusunan peta ini dilakukan selama satu smester. Bahkan sudah ada dua investor, ada yang mau investasi di madu, ada juga berinvestasi di kerupuk basah," tuntas Didik.

Sekda Kapuas Hulu, Ir. H. Muhammad Sukri menuturkan, investasi dalah penggerak ekonomi daerah, bisa dilakukan dari pemerintah atau swasta. Namun tujuan akhirnya adalah menciptakan kesejahteraan masyarakat. "Untuk investasi yang baik kita butuh dokumen yang komperhensif, sehingga dapat ciptakan iklim investasi kondusif," tegasnya.

Resiko investasi harus ditekan serendah mungkin. Dari daerah juga perlu memperhatikan stabilitas politik, keterserdiaan lokasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

"Sejalan dengan kabupaten konservasi, investasi harus diarahkan ke investasi hijau. Bukan semata untuk kemakmuran namun kelestarian lingkungan," tegas Sekda.

Ada beberapa sektor usaha kelestarian lingkungan yang bisa disediakan Pemkab Kapuas Hulu. Beberapa diantaranya kata Sekda adalah sektor pertanian, kehutanan, perikanan, panas bumi, produk ramah lingkungan, pengelolaan sampah dan pemanfaatan energy. "Investasi tahun ini targetnya Rp 273,50 Milyar dan sudah tercapai Rp 80 milyar lebih, tercapai sekitar 30 persen. Kapuas Hulu harus optimis capai target investasi itu dan komitmen bersama semua pihak harus terbangun agar capai target investasi tersebut," tandas Sekda.

Kapuas Hulu sekarang telah menyusun peta potensi investasi. Pada peta itu sajian peluang investasi dan data infrastruktur dasar dapat dilengkapi komitmen pemerintah terhadap investor.

"Sehingga promosi potensi investasi cukup lewat satu dokumen saja," tegas Sekda.

Selama ini Kapuas Hulu mendorong investasi pariwisata namun dokumen potensinya belum ada. "Mungkin dengan adanya peta investasi bisa mempermuda investor lokal, nasional dan internasional di Kapuas Hulu," tuntas Sekda. (nes)

Advertisement
pena iklan

Related

Kapuas Hulu 600539614561642486

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item