Bea Cukai Sebut Warga Perbatasan Resah Jalur Tikus Tak Ditutup

pena iklan pena iklan

Penakapuas.com-Masyarakat perbatasan khususnya di  kecamatan Badau yang berbatasan langsung dengan Malaysia dikatakan resah dengan adanya jalur tikus yang tak kunjung ditutup. 

"Kami bertiga Bea Cukai, Pak Camat dan Danyon Pamtas selalu menyampaikan bahwa masyarakat perbatasan sangat resah dengan adanya jalur tidak resmi diperbatasan,"'kata I Putu Alit Kepala Kantor Beacukai Nanga Badau, Sabtu (14/7). 

Putu mengatakan, di Badau itu ada dua jalur tikus yang membuat masyarakat resah yakni di SMA dan Menarin.

Putu mengungkapkan, masih terbukanya jalur tikus di Badau membuat barang-barang illegal asal Malaysia menjadi mudah masuk tanpa sepengatahuan Pamtas dan pihak lainnya.  Mulai dari lelong, Miras, Bibit Pohon Kelapa Sawit, namun semuanya berhasil digagalkan Pamtas RI. 

"Terakhir saja dari Pamtas RI menggagalkan penyelundupan Miras sebanyak 2.300 botol yang sudah diserahkan kepada kami dan sudah diproses di Kejaksaan," ujarnya. 

Putu mengatakan, upaya mereka selama ini dalam melakukan pengawasan bersama pihak kecamatan maupun Pamtas dan lainnya sudah sangat maksimal.

"Untuk mengantisipasi masuk barang illegal nanti, arahan pak Camat, kita koordinasi internal di Badau. Setelah itu baru pak camat mengajukan surat ke Bupati," katanya. 

Lanjut Putu, dalam melakukan pengawasan masuknya barang illegal asal Malaysia ini, pihaknya kewalahan karena kekurangan SDM. 

"Sementara kami harus mengawasi dua Kabupaten yakni Sintang dan Kapuas Hulu. Sementara jumlah tenaga belum memenuhi standar," pungkasnya. (AS) 


Advertisement

Related

berita utama 8491733952307152333

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item