Polres Tangkap Pelaku Judi Kolok-Kolok

pena iklan pena iklan
TSK Syamsul Airi dan Yulianus Frans
PenaKapuas.com - Polres Kapuas Hulu menangkap dua orang pelaku judi kolok-kolok di Desa Nanga Nuar, Kecamatan Silat Hulu pada Minggu (14/02) sekira Pukul 21.30 wib. Mereka adalah Syamsul Airi warga Kelurahan Suka Jasa, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang dan Yulianus Fran warga Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu. Keduanya ditangkap saat asik berjudi disela acara pernikahan salah seorang warga Desa Nanga Nuar.

Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu Iptu Charles Berto Nicholas Karimar mengatakan penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat yang menginformasikan adanya sekelompok orang bermain judi Kolok-kolok. "Dari informasi itu saya berangkatkan anggota Reskrim ke TKP, ternyata setelah anggota kesana memang benar ada aktifitas judi disana,"katanya Kamis (18/02)

Kemudia berhasil ditangkap Syamsul Airi, selaku bandar. Kemudian Yulianus Fran selaku pemainnya. Saat kejadian ada acara kawinan. “Jadi mereka memanfaatkan momen ini, untuk menggelar judi itu,"katanya.

Menurut Charles, saat penggerbekan ada salah satu bandar yang sudah berhasil melarikan diri dari kejaran petugas. Bandar itu sekarang masih dalam proses pencarian.
"Pada saat penggerbekan itu mereka tiga orang tapi satu bandar lagi berhasil melarikan diri,"ujarnya.
Ditegaskan Kasat Reskrim, tersebut dikenakan dengan pasal 303 tentang perjudian dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. Dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit Handphone, 3 buah kolok-kolok, dua lembar lapak dan uang sebanyak Rp.400 ribu.
Sementara itu, tersangka Syamsul Airi mengaku belum lama menjalankan profesi menjadi bandar judi. Ia mengaku baru pertama kali melakukan perjudian tersebut. "Saya kan datang kesitu kebetulan ada kawan saya yang buka judi disitu. Saya kerja di sawit," katanya
Syamsul membantah dirinya dituding sebagai bandar, ia mengaku sebatas ceker yang bertugas membantu bandar membayarkan uang kepada pemenang. Dikatakannya, untuk bandarnya bernama Nadi warga Tepuai Kapuas Hulu. "Modal dari bandar, waktu itu kebetulan saya gantikan sementara sebab ceker yang satunya itu sedang mabuk. Saya tidak melawan, tidak bisa bisa bergerak saat penangkapan, ada pistol sudah nempel," tutupnya. (yohanes santoso)
Advertisement

Related

Kapuas Hulu 7571561730560844941

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item