Polres Kapuas Hulu Tangkap Pemasok Sabu Dari Malaysia

pena iklan pena iklan
PenaKapuas.com - Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Kapuas Hulu berhasil menciduk Marus alias Mas Jawa (46), pemasok sabu dari Malaysia. Tersangka pengedar sabu di kawasan perbatasan RI-Malaysia ini telah menjadi target operasi Satnarkoba sejak setahun terakhir.

Kapolres Kapuas Hulu melalui Kasat Narkoba, IPTU Edhi T. Tarigan mengatakan, Marus berhasil disergap di jalan Junter, tepat disamping Terminal Badau, Kecamatan Badau, Senin (15/02/2016) lalu, sekira pukul 10.00 wib. Tersangka ditangkap setelah melakukan transaksi sabu.
Marus dan Junaidi

"Untuk menangkap tersangka, kami menyuruh anggota untuk membeli paket kepadanya seharga Rp.200 ribu. Setelah barang pindah tangan ke anggota, kita langsung sergap dan geledahan tersangka,"kata Edi di Kantornya, Selasa (16/2/2016)

Pada saat dilakukan pengeledahan terhadap tersangka tidak ditemukan paket sabu dibadan korban. Tak habis disitu, petugas juga mengeledahan dikendaraan roda empat yang digunakan tersangka, alhasi ditemukan satu paket jenis sabu disitu. "Tersangka ini pakai mobil Kembara buatan Malaysia, disitu kita temukan barang bukti sabu. Setelah diperiksa, mobil itu juga tidak dilengkapi nomor polisi, jadi kami bawa sebagai barang bukti," papar Edi.

Selain pada mobil, Polisi juga melakukan pengeledahan dirumah tersangka. Disana ada lagi satu paket jenis sabu dan enam plastik klip serta pipet yang ditemukan. "Setelah itu baru tersangka kita bawa ke Polsek Badau untuk diinterogasi lebih dalam,” ujarnya.

Marus sudah menjadi TO (Target Operasi) selama setahun. Tersangka ini sebagai pengedar di wilayah Badau. Atas pengakuan tersangka dia sudah sering memasukkan sabu dari Malaysia ke Indonesia untuk diperjualbelikan meskipun dalam jumlah yang sedikit. “Barang haram itu dibelinya di Lubuk Antok dengan penjual AT," ungkap Edi.

Selain Marus, Satnarkoba Polres Kapuas Hulu juga menangkap Pariadi alias Junaidi warga Desa Tanjung Kapuas, kecamatan Suhaid. Junaidi merupakan tersangka penguna dan pengedar sabu di kecamatan tersebut. “Tersangka ini ditangkap petugas di simpang tiga dusun sungai Lalau Desa Nanga Suhaid Kecamatan Suhaid pada Sabtu (13/02) sekitar pukul 02.00 wib,” ujar Edi.

Tersangka ditangkap setelah yang bersangkutan selesai mengantarkan seseorang keterminal. Petugas yang sudah lama mengintai tersangka langsung melakukan pemeriksaan dan hasilnya ditemukan disaku celananya satu paket diduga sabu, beratnya sekitar 0.5 gram. “Tersangka Junaidi ini sudah kami TO selama enam bulan sambil melakukan pengembangan," ungkapnya.

Ditegaskan Edi, pihaknya akan terus melakukan pendalaman terhadap kedua tersangka kasus narkoba ini. "Kedua tersangka tetap akan kita kenakan pasal 114 dan 112 Undang-Undang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,"terangnya. Dari awal tahun 2016 sampai pada bulan Februari ini, Satuan Res Narkoba Polres Kapuas Hulu telah mengungkap sebanyak empat kasus dan menangkap empat tersangkanya. "Dari kasusu yang ada Barang Bukti (BB) terberat 0.5 gram,” ujar mantan Kapolsek Kalis ini.

Sementara itu, tersangka Junaidi mengatakan, dirinya sudah mengkonsumsi sabu selama satu tahun. Ketagihan lantaran mengikuti teman. "Saya tidak ngedar saya Makai, saya beli dari orang juga," ungkapnya di Mako Narkoba Polres Kapuas Hulu, Selasa (16/02/2016).
Ditempat yang sama, tersangka Marus mengaku dirinya mendapatkan paket sabu dari Malaysia dan membawa masuk ke Badau melewati jalan tikus. Ia mengaku baru sekali membeli barang haram itu untuk dijual. "Saya beli di Malaysia harga 50 ringgit. Saya tidak ngedar saya pakai sendiri," keliat bapak tiga anak ini. (yohanes santoso)
Advertisement

Related

Berita 6308917144594342375

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item