Kemas Potensi Sosial Budaya Jadi Paket Wisata

pena iklan pena iklan
PenaKapuas.com - Potensi wisata di Kabupaten Kapuas Hulu sangat besar. Bukan hanya unggul dari ekoturisem, Taman Nasional Danau Sentarum dan Taman Nasional Betung Kerihun, kabupaten di ujung timur provinsi Kalimantan Barati ini juga punya potensi wisata dari keragaman sosial budaya.
Aktifitas Menganyam Kerajinan Serat Kayu

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kapuas Hulu menilai keragaman sosial budaya di Bumi Uncak Kapuas dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Oleh sebab itu, potensi sosial budaya tersebut harus disusun menjadi sebuah rangkaian kegiatan yang nantinya dapat jadi paket wisata. “Jadi potensi sosial budaya kita itu harus didata dulu baru diatur skema kegiatannya jadi paket wisata,” ungkap Antonius, Kepala Disbudpar Kapuas Hulu, Jumat (19/2). 

Seperti di kawasan perbatasan RI-Malayasia, kata Anton mulai dari kecamatan Embaloh Hulu hingga Puring Kencana memiliki betang (rumah panjang khas Dayak). Aktifitas sosial di masing-masing betang tentu berda, baik tenun kain atau pun mengayam serat kayu. Aktifitas itu yang dicari para turis. “Nanti kalau bisa kita jadwalkan pada hari berbeda, masing-masing rumah betang ada aktifitas tradisionalnya, ada pergelaran ritualnya. Ini jadi perlu dikemas, sehingga bisa menjadi paket yang menarik,” tuturnya.

Selain di perbatasan, menurut Anton, kawasan danau juga memiliki sisi sosial budaya yang menarik dan bisa menjadi pendukung sektor wisata. Mulai dari menangkap ikan hingga panen madu. “Jadi wisatawan itu bisa ternjun langsung ke aktifitas masyarakat, dibawa menangkap ikan atau pun panen madu langsung ke tempatnya, minum madu asli,” ujarnya.

Akan tetapi, untuk dapat menyusun paket-paket wisata ini, masyarakat Kapuas Hulu mesti dibina akan sadar wisata. Sehingga sumberdaya manusianya juga saling mendukung untung pesaran paket wisata itu sendiri. “Masyarakat juga mesti dibentuk kesadaran wisata. Ini penting pada penguatan kapasitas masyarakat untuk menerima wisatawan dengan baik, publik servicenya mesti bagus, sehingga paket wisata itu bisa semakin diminati,” kata Anton.

Peket wisata ini selain mengedepankan aktifitas masyarakat, bisa juga mesuk pada sisi sejarah yang ada di Kapuas Hulu. Seperti sisa-sisa kerajaan pada zaman dahulu. “Tinggal peninggalan bersejarah yang ada saat ini kita kemas, dan skemakan historinya untuk diceritakan kepada wisatawan,” tutur Anton “Kadang tampilan objek sejarah kurang mendukung untuk dipasarkan, jadi harus dibumbui dengan sinopsi sejarahnya,” tutup pria kelahiran Mesusai, kecamatan Suhaid ini. (yohanes santoso)
Advertisement

Related

Sosial Budaya 2237424599886219690

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item