Gelapkan Dana Koperasi Rp 100 Juta, MRI Ditahan Polisi

pena iklan pena iklan
Tersangka MRI Diamankan Anggota Reskrim Polres Kapuas Hulu
PenaKapuas.com - MRI, pria 26 tahun, Warga jalan Untung Sridadi Desa Kedamin Hulu kecamatan Putussibau Selatan terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian, lantaran telah menyelewengkan dana kredit di koperasi simpan pinjam Al Saro sebesar Rp 100 Juta.
Kapolres Kapuas Hulu melalui Kasat Reskrim, IPTU Charles Berto Nicholas Karimar mengatakan, penangkapan MRI berawal dari laporan Sepnat Liu Dailoni (30) warga Dusun Pangilingan Desa Sibau Hilir Kecamatan Putussibau Utara. Ia melaporkan ke Polres Kapuas Hulu bahwa MRI sudah menggelapkan dana Koperasi Al Saro. “Dana simpan pinjam koprasi Al Saro yang digelapkan itu sebanyak Rp.100 juta, kejadiannya pada Januari 2015 lalu,” ungkap Kasat Reskrim, Jumat (19/2).

MRI memijam ungak kepada bendahara Koprasi Al Saro dengan alasan untuk kredit para nasabah. Tapi uang tersebut justru digunakan untuk kebutuhan sehari-harinya. "MRI ini pegawai koprasi itu juga. Jabatannya sebagai karyawan lapangan yang bertugas mencari nasabah, dari itu dia bisa minjam uang ke bendahara," tutur Kasat.

Penangkapan MRI hanya berlangsung tiga jam. Tersangka di laporkan pada 17 Februari 2016 sekitar Pukul 15.00 wib dan ditangkap pada hari yang sama 17 Februari 2016 sekitar Pukul 18.00 wib. "Pada saat penangkapan tersangka tidak melawan," ungkapnya.

Tersangka sebetulnya bersedia untuk mengembalikan uang tersebut. Hanya saja belum juga dilunasi hingga saat ini, oleh karena itu tersangka di laporkan ke pihak kepolisian. "Dari kasus ini kami sudah mengamankan beberapa barang bukti berupa administrasi surat menyurat bukti transaksi," kata Charles.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, MRI diancam pasal 372 tentang penggelapan dengan ancaman hukuman paling lama empat tahun penjara atau Pasal 374 tentang penggelapan dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun. "Pada 2016 ini baru dua kasus penggelapan yang kami tanggani, penggelapan uang koprasi yang sekarang ini dan penggelapan uang OMK Putussibau itu saja," tuntas Charles.

Kepada awak media MRI mengatakan ia sengaja membuat daftar nama nasabah fiktif untuk mendapatkan uang tersebut. Sebagian dari uang itu digunakan juga untuk membayar angsuran. "Bunga dikoprasi itu besar 20 persen. Uang yang saya pinjam Rp. 90.248000. Kalau termasuk bunga Rp. 100 juta,"katanya
Ada sekitar 50 lebih nama yang difiktifkannya demi mendapatkan pinjaman tersebut, pemalsuan daftar identitas peminjam tersebut dilakukannya semenjak Januari lalu. Uang tersebut selain digunakan dipinjamkan kembali ke nasabah juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. "Koprasi itu merupakan koprasi harian, dari uang yang saya putar untuk di pinjamkan ke nasabah itu saya dapat keuntungan Rp.100-200 ribu per nasabah,"katanya
MRI mengaku perbuatannya diketahui setelah petugas kantor melakukan pengecekan dilapangan terhadap nama yang difiktifkan tersebut. "Saya setiap hari setor ke koprasi, cuma karena mereka melakukan pengecekan dilapangan terhadap nama itu, makanya saya ketahuan," tutupnya. (yohanes santoso)

Advertisement

Related

Kapuas Hulu 8951636431002718242

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item