Buka Sawah 2500 Hektare di 8 Kecamatan

pena iklan pena iklan
PenaKapuas.com - Komandan Kodim 1206/Putussibau, Letkol Kavalery Budiman Ciptadi menggelar pertemuan dengan Asisten I Setda Kapuas Hulu, Frans Leonardus SH, MM, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Perternakan kabupaten Kapuas Hulu, Gunawan SE dan para kontraktor, Senin (15/2/2016) pagi, di Markas Kodim setempat. Pertemuan tersebut membahas tentang rencana pembukaan lahan persawahan secara besar-besaran di Bumi Uncak Kapuas.

Dandim 1206/Putussibau, Letkol Kavalery Budiman Ciptadi mengatakan, pertemuan itu membahas kuota pembukaan sawah di Kapuas Hulu. Kegiatan tersebut menindak lanjuti program MoU Kementrian Pertanian dengan TNI. "Ini instruksi Presiden, Mentri dan diteruskan oleh Pangdam kepada saya. Untuk mengerjakan target pembukaan sawah seluas 2500 hektare. Alokasi dana sekitar Rp 30 Milyar untuk target tersebut," kata Dandim.

Ia pun menegaskan hasil pertemuan akan segera dilaporkan ke atasannya, kemudian pekerjaan di lapangan langsung dilakukan. Pekerjaan tersebut memang harus dikerjakan secepat mungkin untuk mencapai target. "Pekerjaan sawah ini sudah disampaikan kepada dinas pertanian Kapuas Hulu. Tinggal realisasi di lapangan," ujar Budiman.

Pertemuan Membahas Pembukaan Lahan Sawah di Kapuas Hulu
Menurut Dandim, pembukaan lahan sudah dibagi ke delapan kecamatan. Diataranya, kecamatan Bunut Hulu 245 Hektar, Putussibau Utara 820 Hektar, Putussibau Selatan 360 Hektar, Boyan Tanjung 349 Hektar, Pengkadan 279 Hektar, Embaloh Hulu 200 Hektar, Mentebah dan Hulu Guru 199 Hektar. Instruksi awal dari Pangdam XII/Tanjungpura memang harus mulai dari Januari, namun terbentur sistem juklak (petunjuk pelaksana) dan juknis (petunjuk teknis) yang perlu koordinasi, baru sekarang bisa dikerjakan. "Namun minggu ini serentak harus sudah dilaksanakan semua di Kalbar. Awal juni harus sudah selesai buka sawah, untuk Juli-nya dilakukan penanaman padi," jelasnya.

Persawahan ini nantinya ada pola tanam hazton yang akan diterapkan. Itu sudah jadi wacana pemrintah untuk meningkatkan produksi padi secara Nasional. "TNI hanya sebagai pengawasan saja kedepan," ujarnya.

Menurut Dandim, pembukaan lahan pertanian akan berlanjut. Sebab Kapuas Hulu sendiri memiliki target pembukaan lahan 4000 Hektar. “Memang target awal 4000 H. Bisa juga dilanjutkan kembali,” tutupnya.

Sementara itu, Asisten I Setda Kapuas Hulu, Frans Leonardus SH MM, mengatakan secara geografis memang lahan sawah di Kapuas Hulu tidak bisa sepenuhnya terpola pada satu lokasi. Hanya bisa sedikit-sedikit di beberapa kecamatan. "Dalam satu hamparan tidak bisa. Jadi ngecer di desa-desa," tuturnya.

Pria yang karib disapa Adus ini mengatakan, secara geografis Kapuas Hulu sangat luas. Selama ini pertaniannya sudah ada, hanya saja memang pengelolaanya di masyarakat masih tertidur. Ada irigasi tapi peretanian belum tergarap baik oleh petani.

Oleh karena itu, dengan adanya keterlibatan dari TNI, mestinya pertanian kedepan dapat dilaksanakan dengan baik. “Semakin cepat mengerjakan persawahan ini, semakin baik. Ini penting untuk mecapai misi pembangunan dari pemeritah pusat," tuturnya.

Ditambahkan Kadis Pertanian, Gunawan, pendanaan pembukaan persawahan oleh pihak TNI memang berada di dinasnya. Sistem pengunaan dana tersebut adalah swakelola dengan pihak ketiga dan masyarakat. Terkait pengerjaan dilapangan adalah wewenang TNI untuk menentukannya. "Desain persawahan sudah dibuat akan dibagikan pada pihak ketiga. Tinggal disesuaikan," singkatnya. (yohanes santoso)
Advertisement

Related

Kapuas Hulu 9072532159063179105

Posting Komentar

emo-but-icon

Terhangat

Terbaru

Komentar

Advertisement

item